Isi bab ini
Bab ini seperti halaman pertama album keluarga. Empat hal berikut gambaran awalnya.
Silsilah Nabi ﷺ
Dari Muhammad bin Abdullah, nasab ditelusuri ke atas sampai Nabi Isma'il, Nabi Ibrahim, dan Nabi Adam ‘alaihimussalam.
Dua belas putra Isma'il
Ibnu Ishaq menyebut dua belas nama putra Isma'il. Ibnu Hisyam memilih mengikuti garis yang berujung pada Nabi ﷺ.
Hajar dari Mesir
Ibunda Isma'il berasal dari Mesir, dan karena itu Nabi ﷺ berpesan agar penduduk Mesir diperlakukan dengan baik.
'Adnan dan dua cabangnya
Putra 'Adnan, Ma'ad dan Akk, menjadi dua jalur. Akk menetap di Yaman, sedangkan garis Nabi ﷺ turun lewat Ma'ad.
Dari Nabi Ibrahim sampai Nabi Muhammad ﷺ
Bagan ini dibaca dari atas ke bawah: nenek moyang paling jauh ada di atas, dan Nabi ﷺ ada di ujung bawah.
Nama-nama di bawah ini mengikuti riwayat Ibnu Ishaq yang disampaikan lewat Ziyad al-Bakka'i. Ibnu Hisyam juga membawakan satu riwayat lain dari Qatadah untuk bagian di atas Nabi Ibrahim. Ejaannya sedikit berbeda, misalnya ada tambahan nama Arghuwa di antara Nahura dan Falakh.
Ibnu Hisyam menjelaskan bahwa ia memulai bukunya dari Isma'il, dan sengaja tidak membahas putra-putra Isma'il yang lain supaya pembahasan tetap ringkas.
Tampilkan 18 nama (Adam sampai Tarih)
- Adam
- Syiyts
- Yanisya
- Qaynan
- Muhlayili
- Yarid
- AkhnukhaMenurut perkiraan mereka, inilah Nabi Idris: orang pertama yang mendapat karunia kenabian dan menulis dengan pena. Wallahu a'lam.
- Mutawasylikha
- Lamka
- Nuh
- Sam
- Irfakhsyad
- Syalakh
- Aybar
- Falakh
- Sarugha
- Nahura
- TarihTarih adalah Azar, ayah Nabi Ibrahim.
- IbrahimKhalilurrahman
- Isma'ilWafat pada usia 130 tahun
- Nabit
- Yasyjub
- Ya'rab
- Tabrah
- Nahura
- Muqawwim
- AdadDisebut juga Udd atau Udad
- 'AdnanDari sinilah keturunan Isma'il bercabang menjadi banyak kabilah
- Ma'ad
- Nizar
- Mudhar
- Ilyas
- MudrikahNama aslinya 'Amir
- Khuzaimah
- Kinanah
- An-Nadhr
- Malik
- Fihr
- Ghalib
- Luay
- Murrah
- Kilab
- QushayNama aslinya Zayd
- Abdu ManafNama aslinya al-Mughirah
- HasyimNama aslinya 'Amr
- Abdul MuthalibNama aslinya Syaibah
- Abdullah
- Muhammad ﷺ
Mesir, Makkah dan Yaman
Pilih salah satu langkah di daftar yang menyertai peta, lalu peta akan bergeser ke tempat yang dimaksud. Bab ini hanya menyebut asal dan tempat tinggal, bukan perjalanan, jadi peta ini sengaja tidak memakai panah rute. Panah baru akan muncul di bab yang memang menceritakan perjalanan.
Dua belas putra dan seorang ibu dari Mesir

Menurut Ibnu Ishaq, Isma'il bin Ibrahim ‘alaihimassalam punya dua belas putra. Ibu mereka adalah Ra'lah binti Mudhadh bin 'Amr al-Jurhumi, dan Jurhum adalah putra Yaqthan, yang sama dengan Qahthan.
Isma'il wafat pada usia 130 tahun, lalu dimakamkan di Hijr bersama ibunya, Hajar. Hajar sendiri berasal dari Mesir. Ibnu Hisyam juga mencatat bahwa namanya kadang diucapkan Ajar, dengan huruf ha diganti alif.
- Nabataputra sulung
- Qaydzar
- Adzbul
- Mubisy
- Misma
- Masyi
- Dimma
- Adzar
- Thaima
- Yathur
- Nabisya
- Qaydzuma
Pesan Nabi ﷺ tentang kerabat di MesirDua riwayat tentang hubungan kerabat dengan penduduk Mesir, lewat Hajar dan Mariyah.
Ibnu Hisyam membawakan dua riwayat. Riwayat pertama berisi pesan agar berbuat baik kepada ahli dzimmah, karena mereka punya nenek moyang terhormat dan ikatan pernikahan dengan kita. Catatan kaki edisi terjemahan menilai sanad riwayat ini lemah. Setelah itu 'Umar (mantan budak Ghufrah) menjelaskan maksudnya: ibu Isma'il, ibu bangsa Arab, berasal dari sebuah desa di depan Farama di Mesir. Begitu pula Mariyah, ibu putra Nabi ﷺ yang bernama Ibrahim, hadiah dari Muqawqis, yang berasal dari Hafn.
Riwayat kedua: “Kalau kalian menaklukkan Mesir, perlakukan penduduknya dengan baik, karena mereka punya perlindungan dan hubungan kekerabatan dengan kita.”Catatan kaki terjemahan menyebut riwayat ini ada dalam Shahih Muslim
Ibnu Ishaq bertanya kepada az-Zuhri tentang maksud “hubungan kekerabatan” itu, dan az-Zuhri menjawab bahwa Hajar, ibunda Isma'il, berasal dari mereka.
Siapa yang disebut bangsa Arab?Anak keturunan Isma'il dan Qahthan, ditambah beberapa kelompok Arab yang lebih tua.
Menurut Ibnu Hisyam, orang Arab secara keseluruhan adalah anak keturunan Isma'il dan Qahthan. Sebagian orang Yaman berpendapat Qahthan sendiri adalah keturunan Isma'il, sehingga bagi mereka Isma'il adalah bapak seluruh orang Arab.
Ibnu Ishaq juga menyebut kelompok-kelompok yang semuanya dihitung sebagai orang Arab:
- 'Ad bin Aush bin Iram bin Sam bin Nuh
- Tsamud dan Judais, dua putra Abir bin Iram bin Sam bin Nuh
- Thasm, Imlaq dan Umaim, keturunan Laawidz bin Sam bin Nuh
Akk, Ma'ad dan negeri Yaman
'Adnan punya dua putra, lalu keturunannya bercabang. Bagan ini meringkas siapa ke mana, dan rinciannya bisa dibuka di bawahnya.
Akk menetap di YamanMenikah dengan perempuan Bani Asy'ariyun, lalu tinggal di sana.
Akk menetap di Yaman karena menikah dengan perempuan dari Bani Asy'ariyun, dan tinggal di sana sampai mereka menjadi satu negeri dengan satu bahasa.
Tentang siapa Asy'ar, Ibnu Hisyam menyebut beberapa penjelasan: ia putra Nabt bin Udad, atau putra Malik (yaitu Malik Madhij bin Udad), atau putra Saba' bin Yasyjub.
Orang-orang Yaman punya penuturan sendiri: sebagian Akk tinggal di Khurasan, dan nasab mereka adalah Akk bin 'Adnan bin Abdullah bin al-Asad bin al-Ghawts. Disebut pula bahwa nama 'Adnan di sini adalah Udtsan bin Abdullah bin al-Asad bin al-Ghawts.
Ghassan, nama sebuah mata airBendungan di Ma'rib, atau sumber air dekat Juhfah, dan hubungannya dengan Aus dan Khazraj.
Ibnu Hisyam mengutip syair 'Abbas bin Mirdas yang menyebut “Akk bin 'Adnan yang bergelar Ghassan”. Lalu ia menjelaskan arti Ghassan: nama bendungan air di Ma'rib, Yaman, tempat minum anak-anak Mazin bin al-Asad bin al-Ghawts, sehingga mereka dinamai dengan nama itu. Penjelasan lain: Ghassan adalah sumber air dekat Juhfah.
Hassan bin Tsabit al-Anshari memakainya dalam syair tentang Aus dan Khazraj, dua kabilah Anshar yang merupakan keturunan Haritsah bin Tsa'labah. Intinya: nasab mereka al-Asad, dan mata air mereka Ghassan.
Qudha'ah pergi ke HimyarPutra sulung Ma'ad yang pergi ke Yaman, dan siapa itu Saba'.
Menurut Ibnu Ishaq, Ma'ad punya empat putra, dan Qudha'ah adalah putra sulung. Menurut perkiraan mereka, Ma'ad dipanggil “Abu Qudha'ah” karenanya.
Qudha'ah pergi ke Yaman, menemui Himyar bin Saba'. Nama Saba' sebenarnya Abdus Syams. Ia dijuluki Saba' karena menjadi orang Arab pertama yang menawan musuh, dan ia putra Yasyjub bin Ya'rub bin Qahthan.
Orang-orang Yaman berkata bahwa Qudha'ah adalah anak Malik bin Himyar. Dalam syair, 'Amr bin Murrah al-Juhani menyebut nasab Qudha'ah bin Malik bin Himyar sebagai nasab yang sangat dikenal dan tak mungkin diingkari.
Siapa an-Nu'man bin al-Mundzir?Keturunan Qunush, atau keturunan Lakhm? Dua jawaban, plus kisah pedangnya di tangan 'Umar.
Ibnu Ishaq bercerita bahwa az-Zuhri menyebut an-Nu'man bin al-Mundzir sebagai salah satu keturunan Qunush bin Ma'ad (Ibnu Hisyam menyebut nama lainnya Qanash).
Ketika pedang an-Nu'man diberikan kepada 'Umar bin Khaththab, 'Umar bertanya kepada Jubair bin Muth'im, ahli nasab Quraisy yang belajar dari Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Jubair menjawab bahwa an-Nu'man berasal dari kabilah Qunush bin Ma'ad. Namun, menurut Ibnu Ishaq, orang Arab secara umum menganggapnya keturunan Lakhm dari Rabi'ah bin Nashr. Wallahu a'lam.
Ibnu Hisyam menambahkan nasab Lakhm bin 'Adi dan menyebut Rabi'ah bin Nashr tetap tinggal di Yaman setelah 'Amr bin 'Amir pindah dari sana. Kisah kepindahan itu dibahas di bab berikutnya.
Bab ini bersumber dari Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam. Ejaan nama mengikuti edisi terjemahan yang kami pakai, jadi bisa berbeda dengan ejaan di buku lain. Rujukan halaman akan dimuat di lampiran.