Isi bab ini
Bab ini memuat pengepungan Thaif menurut Ibnu Hisyam: Tsaqif menutup gerbang, rute dari Hunain lewat Liyyah dan jalan al-Yusra, berkemah dekat benteng, manjaniq dan dabbabah, penebangan kebun anggur, perundingan, mimpi mangkuk mentega, keberangkatan, budak yang dimerdekakan, Marwan bin Qais, dan daftar syuhada'.
Jalan ke Thaif
Beliau berangkat lewat Nakhlah al-Yamaniyah, Qarn, al-Mulaih, dan Bahrah ar-Rugha' dari Liyyah. Di Bahrah ar-Rugha' beliau membangun masjid dan menjalankan qishas pembunuhan pertama dalam Islam; benteng Malik bin 'Auf di Liyyah dihancurkan.
Kemah dipindahkan
Beliau berkemah dekat benteng Thaif sampai beberapa sahabat terkena anak panah, lalu memindahkan kemah ke tempat yang kini menjadi masjid beliau di Thaif. Dua istri beliau, termasuk Ummu Salamah, ikut dan dua tenda dipasang.
Manjaniq dan dabbabah
Beliau melempar orang Thaif dengan manjaniq, yang menurut Ibnu Hisyam pertama kali dipakai dalam sejarah Islam. Sahabat yang mendekat dengan dabbabah disambut besi panas dan hujan panah, lalu pohon anggur Tsaqif ditebang.
Pengepungan dihentikan
Setelah mimpi mangkuk mentega dan percakapan dengan Khuwailah, 'Umar mengumumkan keberangkatan. Ibnu Ishaq menulis pengepungan lebih dari dua puluh malam dan mencatat dua belas syuhada'.
Hunain dan Thaif
Titik Hunain dan Thaif diambil dari Wikipedia; titik Hunain berpresisi rendah. Liyyah dan tempat-tempat lain di jalur tidak ditandai karena koordinatnya belum kami verifikasi.
Dari Hunain sampai syuhada' Thaif
Tiap bagian diawali ringkasan singkat, dan teks lengkapnya bisa dibuka.
Jalur dan pengepungan Thaif
Sketsa ini menata urutan peristiwa menurut Ibnu Ishaq; letak benteng, jarak, dan arah mata angin tidak digambar karena sumber tidak memberinya. Kami menggambarnya sendiri.
- Beliau menghancurkan benteng Malik bin 'Auf di Liyyah dalam perjalanan dari Hunain ke Thaif.
- Di Bahrah ar-Rugha' beliau membangun masjid dan menjalankan qishas pembunuhan pertama dalam Islam.
- Beliau menggunakan jalan adh-Dhayqah dan mengganti namanya menjadi al-Yusra, lalu melintasi Nakhab.
- Beliau berhenti di bawah pohon bidara ash-Shadirah dekat kebun seorang Tsaqif; karena pemiliknya menolak pergi, kebunnya dirusak.
- Beliau berkemah dekat benteng Thaif; beberapa sahabat terkena panah karena markas dekat benteng, lalu beliau memindahkan kemah.
- Beliau melempar Thaif dengan manjaniq, yang menurut Ibnu Hisyam pertama kali dipakai dalam sejarah Islam.
- Pada pertempuran Syadkhah di samping tembok, sebagian sahabat mendekat di bawah dabbabah, tetapi Tsaqif melepaskan besi panas dan menghujani panah.
- Beliau memerintahkan pohon-pohon anggur Tsaqif ditebang.
- Abu Sufyan bin Harb dan al-Mughirah bin Syu'bah meminta jaminan keamanan dan memanggil wanita-wanita Quraisy dan Kinanah agar keluar; mereka menolak.
- Beliau bercerita kepada Abu Bakar tentang mimpi mangkuk mentega yang dipatuk ayam jago hingga tumpah.
- Khuwailah binti Hakim meminta perhiasan wanita Tsaqif; beliau menjawab bagaimana bila tidak diizinkan, lalu 'Umar mengumumkan keberangkatan.
- Pengepungan lebih dari dua puluh malam dihentikan (pendapat lain tujuh belas malam).
Strategi menurut Ibnu Ishaq: Tsaqif menutup seluruh gerbang dan melepaskan panah serta besi panas dari balik tembok; beliau memindahkan kemah keluar dari jangkauan panah, memakai manjaniq dan dabbabah, dan memerintahkan pohon anggur ditebang. Orang-orang Tsaqif yang sebelumnya kalah di Hunain tiba lebih dulu dan menutup gerbang, sedangkan 'Urwah bin Mas'ud dan Ghailan bin Salamah sedang mempelajari alat perang di Jurasy.
Soal denah. Kami memeriksa Ibnu Hisyam, Haykal, Khan, dan artikel Wikipedia Siege of Ta'if. Tidak satu pun memberi arah mata angin atau letak kemah terhadap benteng; Ibnu Ishaq hanya menyebut markas "berdekatan dengan benteng" lalu dipindah ke tempat yang kini menjadi masjid, dan Haykal menyebut kemah dipindah "menjauh dari jangkauan panah". Gambar dan peta pada artikel Wikipedia tidak dapat kami baca dari teks artikel yang kami periksa, sehingga tidak kami pakai. Karena itu sketsa ini hanya urutan peristiwa, bukan peta kota.
| Pasukan | Jumlah | Peran yang disebut Ibnu Hisyam |
|---|---|---|
| Kaum Muslimin | tidak disebut (Ibnu Hisyam, Haykal, Wikipedia) | Beliau dengan dua istri; manjaniq yang dilempar oleh beliau (Ibnu Hisyam); sebagian sahabat di bawah dabbabah; Haykal menyebut Bani Daws di bawah at-Tufail membawa ketapel dan tank empat hari setelah pengepungan dimulai. |
| Tsaqif di Thaif | tidak disebut (Ibnu Hisyam, Haykal, Wikipedia) | Bertahan di balik gerbang tertutup dengan panah dan besi panas; Haykal menyebut kota berbenteng kuat dan berpengalaman dalam pengepungan; jenis pasukan tidak disebut. |
Dari Haykal. Bagian ini bukan dari Ibnu Hisyam. Haykal menulis kaum Muslimin melewati Liyyah dan menghancurkan benteng Malik serta sebuah bangunan milik seorang Tsaqif, berkemah, lalu memindahkan kemah keluar jangkauan panah dan mendirikan masjid yang kemudian diserahkan kepada kota setelah ia menyerah dan masuk Islam. Ia menulis panah Thaif menewaskan delapan belas orang dan melukai banyak orang, termasuk seorang putra Abu Bakar, dan bahwa dua tenda merah didirikan untuk Ummu Salamah dan Zainab. Ia menulis Bani Daws dengan at-Tufail datang dengan ketapel dan tank, tetapi tank terbakar oleh besi panas; lalu beliau memerintahkan penebangan dan pembakaran kebun; orang Thaif meminta agar kebun diserahkan kepada beliau atau kerabat mereka; dua puluh orang keluar menyerah; beliau menyimpulkan perbekalan Thaif banyak dan kaum Muslimin ingin pulang, lalu memerintahkan penarikan pasukan saat bulan baru Dzulqa'dah tiba, dan berniat menyerang lagi setelah bulan haram.
Dari sumber lain. Bagian ini bukan dari Ibnu Hisyam, dan belum kami periksa pada kitab asalnya. Menurut artikel Wikipedia Siege of Ta'if (https://en.wikipedia.org/wiki/Siege_of_Taif), pengepungan berlangsung sekitar setengah bulan; kaum Muslimin memakai ketapel dan manjaniq, para penduduk menjatuhkan besi panas dari tembok, kebun anggur ditebang, dan hanya sepuluh orang yang menerima tawaran kebebasan bagi budak yang membelot; tidak ada jumlah pasukan dan korban pada artikel itu. Khan (bagian 99) hanya menulis bahwa kota itu dikepung dan Tsaqif dikalahkan.
Perbedaan sumber
Lama pengepungan. Ibnu Ishaq menulis lebih dari dua puluh malam, dan Ibnu Hisyam menyebut pendapat lain tujuh belas malam; Haykal menulis pengepungan sudah genap sebulan ketika bulan baru Dzulqa'dah tiba; artikel Wikipedia menulis setengah bulan dan "setelah 15 hari pengepungan dihentikan". Siapa yang membawa alat pengepung. Ibnu Ishaq menulis 'Urwah bin Mas'ud dan Ghailan bin Salamah dari Tsaqif sedang mempelajari dabbabah, manjaniq, dan dhabur di Jurasy; Ibnu Hisyam menulis beliau yang pertama memakai manjaniq; Haykal menulis Bani Daws di bawah at-Tufail tiba empat hari setelah pengepungan dimulai dengan ketapel dan tank; Wikipedia menulis kaum Muslimin memakai ketapel dan manjaniq, dan sebagian sejarawan menduga formasi testudo "mungkin" dipakai. Korban Muslim. Ibnu Ishaq menyebut dua belas syuhada' (tujuh Quraisy, empat Anshar, satu Bani Laits); Haykal menulis panah Thaif menewaskan delapan belas orang dan melukai banyak orang, termasuk seorang putra Abu Bakar; Ibnu Ishaq menulis 'Abdullah bin Abu Bakar terkena panah dan wafat di Madinah setelah beliau wafat; Wikipedia tidak menyebut angka. Budak yang keluar. Ibnu Ishaq menulis sejumlah budak menemui beliau dan beliau memerdekakan mereka tanpa menyebut jumlah; Haykal menulis dua puluh orang menyambut seruan beliau; Wikipedia menulis "hanya sepuluh orang". Kebun. Ibnu Ishaq menulis pohon anggur ditebang atas perintah beliau, lalu Ibnu al-Aswad meminta Abu Sufyan dan al-Mughirah menyampaikan agar beliau mengambil kebun Bani al-Aswad atau membiarkannya karena Allah dan kerabat; Haykal menulis orang Thaif mengutus kepada beliau menawarkan menyerahkan kebun mereka. Istri yang ikut. Ibnu Ishaq menyebut dua istri beliau, di antaranya Ummu Salamah; Haykal menyebut Ummu Salamah dan Zainab. Alasan pulang. Ibnu Ishaq menulis mimpi mangkuk mentega dan pengumuman 'Umar setelah percakapan dengan Khuwailah; Haykal menulis beliau mempertimbangkan kaum Muslimin yang ingin pulang, perbekalan Thaif yang masih banyak, dan datangnya bulan haram; Wikipedia menulis perlawanan gigih dan tembok kuat serta mimpi. Hasil. Ibnu Ishaq, Haykal, dan Wikipedia menulis pengepungan dihentikan tanpa Thaif jatuh; Khan (bagian 99) menulis kota itu dikepung dan penduduknya, Tsaqif, "dikalahkan".
- Tsaqif menutup gerbang
Persiapan di Thaif
Setelah kalah, Tsaqif tiba di Thaif, menutup seluruh pintu gerbang, dan bersiap berperang lagi. 'Urwah bin Mas'ud dan Ghailan bin Salamah tidak ikut di Hunain karena sedang mempelajari pembuatan dabbabah, manjaniq, dan dhabur di Jurasy. Setelah Hunain beliau berangkat ke Thaif.
Baca selengkapnya
Tatkala orang-orang Tsaqif yang kalah perang tiba di Thaif, mereka menutup seluruh pintu gerbang dan membuat sejumlah persiapan untuk kembali melancarkan perang. 'Urwah bin Mas'ud dan Ghailan bin Salamah tidak ikut serta pada Perang Hunain dan pengepungan Thaif, sebab ketika itu keduanya sedang berada di Jurasy tengah mempelajari pembuatan dabbabah (testudo, tank kayu), manjaniq (ketapel besar berfungsi laksana meriam) dan dhabur (kulit pelapis kayu).1
Setelah Perang Hunain usai, Rasulullah berangkat ke Thaif.1
- Rute ke Thaif
Masjid di Bahrah ar-Rugha' dan qishas pertama
Beliau berangkat lewat Nakhlah al-Yamaniyah, Qarn, al-Mulaih, dan Bahrah ar-Rugha' dari Liyyah, membangun masjid di sana, dan menjalankan qishas pembunuhan pertama dalam Islam atas seorang Bani Laits yang membunuh orang Hudzail. Benteng Malik bin 'Auf di Liyyah beliau perintahkan dihancurkan.
Baca selengkapnya
Rasulullah berangkat melalui jalur Nakhlah al-Yamaniyah, Qarn, al-Mulaih, dan Bahrah ar-Rugha' dari Liyyah. Di sana, Rasulullah membangun sebuah masjid dan mendirikan shalat.1
'Amr bin Syua'ib meriwayatkan kepadaku, pada saat Rasulullah singgah di Bahrah ar-Rugha' beliau melaksanakan hukuman qishas atas kasus pembunuhan dan itulah qishas pembunuhan pertama kali terjadi dalam Islam. Ini terjadi karena seorang warga Bani Laits membunuh seorang warga Hudzail. Maka orang Bani Laits itu dibunuh sebagai qishas atasnya. Rasulullah memerintahkan penghancuran benteng Malik bin 'Auf di Liyyah, maka benteng tersebut pun dihancurkan.1
- Jalan al-Yusra
Pemilik kebun yang menolak pergi
Beliau melewati jalan bernama adh-Dhayqah dan menggantinya menjadi al-Yusra, melintasi Nakhab, lalu berhenti di bawah pohon bidara ash-Shadirah dekat kebun seorang Tsaqif. Pemilik kebun menolak pergi, lalu beliau memerintahkan kebunnya dirusak.
Baca selengkapnya
Setelah itu Rasulullah melanjutkan perjalanan melalui jalan yang disebut adh-Dhayqah. Saat Rasulullah berjalan menuju jalan tersebut, beliau bertanya tentang namanya: "Apakah nama jalan ini?" Para sahabat menjawab: "Jalan ini bernama adh-Dhayqah." Rasulullah bersabda: "Gantilah namanya menjadi al-Yusra." Setelah itu, Rasulullah keluar dari jalan adh-Dhayqah (Al-Yusra) melintasi Nakhab dan berhenti di bawah sebuah pohon bidara bernama ash-Shadirah yang terletak di dekat kebun milik salah seorang dari Tsaqif.
Rasulullah pergi menemui pemilik kebun tersebut lalu berkata kepadanya: "Engkau harus pergi dari sini. Jika tidak, kami akan merusak kebun milikmu." Orang dari Tsaqif tersebut menolak untuk pergi, kemudian beliau memerintahkan agar kebun orang Tsaqif itu dirusak.
- Berkemah dekat benteng
Tenda dipindahkan, masjid beliau di Thaif
Beliau berkemah dekat benteng Thaif; beberapa sahabat terkena anak panah, sehingga beliau memindahkan kemah ke tempat yang kini menjadi masjid beliau di Thaif dan mengepung mereka dua puluh malam lebih (pendapat lain tujuh belas malam). Dua orang istri beliau menyertai, termasuk Ummu Salamah.

Masjid di lereng berteras sepanjang Jalan asy-Syafa, Thaif, kondisi sekarang (foto 21 Agustus 2012; judul berkas: "View from Al Shafa Road - Taif"). Gambaran dataran tinggi sekitar Thaif.Foto: Basheer Olakara · CC BY 2.0 · Wikimedia Commons Baca selengkapnya
Kemudian beliau meneruskan perjalanan hingga tiba di daerah dekat Thaif dan di sana beliau berkemah. Namun di tempat tersebut beberapa sahabat Rasulullah terkena lemparan anak panah, karena markas beliau berdekatan dengan benteng Thaif. Sehingga tidak aneh bila ada anak panah mengenai kaum Muslimin. Mereka tidak dapat menembus benteng orang-orang Thaif lantaran mereka menutup gerbangnya. Tatkala beberapa sahabat terkena serangan anak panah, beliau memindahkan kemahnya ke sebuah tempat yang saat ini tempat tersebut menjadi masjid rasulullah yang ada di Thaif. Kemudian melakukan pengepungan terhadap orang-orang Thaif selama dua puluh malam lebih.
Pendapat lain mengatakan bahwa beliau mengepung orang-orang Thaif selama tujuh belas malam.2
Saat itu beliau ditemani dua orang istrinya, diantaranya ialah Ummu Salamah binti Abu Umayyah. Karena itulah, dua tenda untuk keduanya dipasang dan Rasulullah mendirikan shalat di antara kedua kemah tersebut. Pada saat orang-orang Tsaqif masuk Islam, 'Amr bin Umayyah bin Wahb bin Muattib bin Malik membangun masjid di tempat yang dipakai shalat oleh Rasulullah tersebut. Di masjid tersebut terdapat pilar, apabila terkena sinar matahari, maka akan terdengar jeritan dari pilar tersebut. Rasulullah mengepung orang-orang Thaif, lalu memerangi mereka dan terjadilah saling lempar anak panah antara kedua belah pihak.1
- Manjaniq dan dabbabah
Besi panas dan pohon anggur
Beliau melempar orang Thaif dengan manjaniq; Ibnu Hisyam menyebut beliau yang pertama memakainya dalam sejarah Islam. Sebagian sahabat mendekati benteng di bawah dabbabah, tetapi Tsaqif melepaskan besi panas dan menghujani panah sehingga banyak yang gugur. Beliau lalu memerintahkan pohon anggur Tsaqif ditebang.
Baca selengkapnya
Beliau melempar orang-orang Thaif dengan senjata manjaniq. Orang yang aku percayai meriwayatkan kepadaku bahwa Rasulullah merupakan orang yang pertama kali melempar dengan senjata manjaniq dalam sejarah Islam, yaitu pada saat beliau melempar orang-orang Thaif.2
Hingga pada pertempuran Syadkhah di samping tembok Thaif, beberapa sahabat beliau masuk ke bawah dabbabah (tank kayu), kemudian dengan dabbabah tersebut, mereka mendekat ke benteng Thaif agar melubanginya. Pada saat itulah orang-orang Tsaqif melepaskan besi panas ke arah kaum Muslimin. Dan kaum muslimin menyelamatkan diri darinya. Pada saat yang sama, mereka juga menghujani kaum Muslimin dengan anak panah, sehingga kaum muslimin banyak yang gugur.1
Lalu beliau memerintahkan kaum Muslimin memotong pohon-pohon anggur milik orang-orang Tsaqif dan kaum Muslimin pun segera melaksanakan perintah rasulnya.
- Perundingan
Abu Sufyan, al-Mughirah, dan kebun Bani al-Aswad
Abu Sufyan bin Harb dan al-Mughirah bin Syu'bah meminta jaminan keamanan dan memanggil wanita-wanita Quraisy dan Kinanah agar keluar, tetapi mereka menolak. Ibnu al-Aswad bin Mas'ud meminta keduanya menyampaikan agar beliau mengambil kebun Bani al-Aswad untuk dirinya atau membiarkannya karena Allah dan kerabat.
Baca selengkapnya
Abu Sufyan bin Harb dan al-Mughirah bin Syu'bah berjalan mendekat ke Thaif lalu keduanya memanggil orang-orang Thaif: "Berilah jaminan keamanan kepada kami agar kami bisa berunding dengan kalian." Orang-orang Thaif pun memberikan jaminan keamanan kepada kedua sahabat tersebut.1
Lalu keduanya memanggil wanita-wanita Quraisy dan wanita-wanita Bani Kinanah agar mereka keluar menemui keduanya sebab keduanya khawatir jika wanita-wanita tersebut menjadi tawanan perang, namun para wanita itu menolak memenuhi panggilan mereka berdua. Di antara para wanita yang menolak panggilan keduanya ialah Aminah binti Abu Sufyan yang diperistri 'Urwah bin Mas'ud dan dari keduanya lahir Daud bin 'Urwah.
Pendapat lain mengatakan bahwa ibu Daud ialah Maimunah binti Abu Sufyan yang diperistri oleh Abu Murrah bin 'Urwah bin Mas'ud, dari pernikahannya lahirlah Daud bin Abu Murrah. Al-Firasiyyah binti Suwaid bin 'Amr bin Tsa'labah, ia memiliki anak bernama 'Abdurrahman bin Qarib, dan al-Fuqaimiyyah binti an-Nasi' bin Qala.2
Saat para wanita ini menolak memenuhi panggilan Abu Sufyan bin Harb dan al-Mughirah bin Syu'bah, maka Ibnu al-Aswad bin Mas'ud berkata kepada keduanya: "Wahai Abu Sufyan dan al-Mughirah, maukah engkau berdua aku tunjukkan pada sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian inginkan? Sesungguhnya kalian telah mengetahui kebun Bani al-Aswad bin Mas'ud. Saat itu beliau singgah di lembah bernama al-Aqiq dan di Thaif tidak terdapat harta yang lebih panjang talinya, lebih dibutuhkan, dan lebih luas bangunannya daripada kebun milik Bani al-Aswad bin Mas'ud. Dan jika Muhammad telah menebangnya, maka kebun itu tidak akan ditanami kembali untuk selama-lamanya. Oleh sebab itu, maka sampaikanlah kepada beliau, agar beliau mengambil kebun itu untuk beliau sendiri atau membiarkannya untuk Allah dan sanak kerabatnya. Karena seperti diketahui banyak orang bahwa kami memiliki hubungan kekerabatan dengan beliau." Para ulama berpendapat mengenai kebun tersebut apakah Rasulullah membiarkan kebun tersebut untuk Bani al-Aswad bin Mas'ud.3
- Mimpi mangkuk mentega
Penafsiran Abu Bakar
Beliau bercerita kepada Abu Bakar bahwa dalam mimpi beliau diberi mangkuk penuh mentega yang dipatuk ayam jago hingga tumpah; Abu Bakar mengira Thaif belum dapat ditaklukkan, dan beliau menjawab tidak berkesimpulan demikian.
Baca selengkapnya
Diriwayatkan kepadaku bahwa Rasulullah bersabda kepada Abu Bakar saat beliau mengepung orang-orang Tsaqif: "Wahai Abu Bakar, aku bermimpi diberi hadiah mangkuk yang berisi penuh mentega, kemudian mangkuk itu dipatuk ayam jago hingga isinya pun tertumpah." Abu Bakar berkata: "Aku mengira engkau tidak dapat menaklukkan mereka pada hari ini sebagaimana yang engkau harapkan." Rasulullah bersabda: "Tapi aku tidak berkesimpulan seperti itu."1
- Keberangkatan
Khuwailah, 'Umar, dan 'Uyainah
Khuwailah binti Hakim meminta perhiasan wanita Tsaqif; beliau menjawab bagaimana bila tidak diizinkan atas Tsaqif. Setelah 'Umar mengumumkan kepergian, 'Uyainah bin Hishn menyatakan bahwa ia datang berharap mendapat seorang gadis Tsaqif. Sejumlah budak yang terkepung menemui beliau dan beliau memerdekakan mereka.
Baca selengkapnya
Khuwailah binti Hakim bin Umayyah bin Haritsah bin al-Auqash as-Sulami, istri 'Utsman bin Mazh'un berkata: "Wahai Rasulullah, apabila Allah menaklukkan Thaif untukmu, maka berikanlah kepadaku perhiasan Badiyah binti Ghailan bin Salamah atau perhiasan al-Fari'ah binti Aqil." Khuwailah mengatakan seperti itu karena keduanya merupakan wanita Tsaqif yang memiliki perhiasan paling banyak. Dituturkan kepadaku bahwa ketika itu beliau bersabda kepada Khuwailah binti Hakim, "Wahai Khuwailah, bagaimana bila aku tidak diberi izin atas orang-orang Tsaqif?" Khuwailah binti Hakim pergi dari hadapan beliau lalu menceritakan ucapan Rasulullah tersebut kepada 'Umar bin Khaththab. Kemudian 'Umar bin Khaththab menemui beliau dan bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah yang telah engkau sampaikan kepada Khuwailah? Sebab ia bercerita bahwa engkau mengatakan sesuatu?" Rasulullah menjawab: "Ya, aku memang telah mengatakan demikian." 'Umar bin Khaththab bertanya: "Apakah engkau tidak diizinkan atas mereka wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Tidak." 'Umar bin Khaththab berkata: "Bagaimana jika aku mengumumkan kepada orang-orang untuk berangkat?" Rasulullah bersabda: "Silahkan." 'Umar bin Khaththab mengumumkan kepada kaum muslimin agar mereka berangkat.1
Setelah mereka berangkat, Sa'id bin 'Ubaid bin Usaid bin Abu 'Amr bin Allaj menyeru: "Ketahuilah, sesungguhnya penduduk kampung itu tidak ikut berangkat." 'Uyainah bin Hishn berkata: "Tentu saja, demi Allah, ini merupakan sebuah kemuliaan." Salah seorang dari kaum Muslimin berkata kepada 'Uyainah bin Hishn: "Semoga Allah membunuhmu wahai 'Uyainah. Layakkah engkau memuji orang-orang musyrikin yang telah menghadang beliau, padahal engkau datang ke tempat ini untuk menolongnya?" 'Uyainah bin Hishn berkata: "Demi Allah, aku datang ke tempat ini bukan untuk memerangi orang-orang Tsaqif bersama kalian, namun aku berharap Muhammad dapat membuka benteng Thaif, kemudian aku mendapatkan salah seorang gadis Tsaqif, lalu aku mengawinya dan semoga lahir darinya anak laki-laki untukku, karena orang-orang Tsaqif itu jenius."
Beberapa orang budak di antara orang-orang yang terkepung di Thaif menemui beliau untuk masuk Islam, lalu beliau memerdekakan mereka.
- Hamba sahaya Thaif
Mereka telah dimerdekakan Allah
Setelah Thaif masuk Islam, ada yang berbicara buruk tentang budak-budak itu, dan beliau bersabda bahwa mereka telah dimerdekakan Allah. Ibnu Hisyam menyebut Ibnu Ishaq telah menyebut nama-nama budak yang menemui beliau.
Baca selengkapnya
Pada saat orang-orang Thaif masuk Islam, beberapa orang dari mereka berbicara jelek tentang budak-budak tersebut, kemudian beliau bersabda: "Tidak, mereka adalah orang-orang yang telah dimerdekakan oleh Allah." Di antara orang yang membicarakan tentang budak-budak tersebut adalah al-Harits bin Kaladah.4
Ibnu Hisyam berkata bahwa Ibnu Ishaq telah menyebutkan nama-nama para budak yang menemui Rasulullah.
- Marwan bin Qais
Pertukaran tawanan
Tsaqif menangkap keluarga Marwan bin Qais ad-Dausi. Menurut Tsaqif yang mengaku dari Qais, beliau menyuruh Marwan menangkap orang Qais pertama yang ditemuinya; ia menangkap Ubay bin Malik al-Qusyairi, lalu adh-Dhahhak bin Sufyan al-Kilabi berunding sehingga keduanya dibebaskan.
Baca selengkapnya
Orang-orang Tsaqif menangkap keluarga Marwan bin Qais ad-Dausi. Marwan bin Qais ad-Dausi telah masuk Islam dan membantu beliau ketika menghadapi orang-orang Tsaqif. Orang-orang Tsaqif yang mengaku berasal dari Qais meyakini bahwa Rasulullah bersabda kepada Marwan bin Qais ad-Dausi: "Wahai Marwan, sebagai ganti keluargamu, tangkaplah orang Qais yang pertama kali engkau jumpai." Lalu Marwan bin Qais ad-Dausi bertemu Ubay bin Malik al-Qusyairi, dan Marwan bin Qais ad-Dausi pun menangkapnya dengan harapan agar orang-orang Tsaqif membebaskan keluarganya. Sebab itulah adh-Dhahhak bin Sufyan al-Kilabi berdiri lalu berdialog dengan orang-orang Tsaqif yang pada akhirnya bersedia membebaskan keluarga Marwan bin Qais ad-Dausi, dan sebagai gantinya Marwan bin Qais ad-Dausi juga membebaskan Ubay bin Malik al-Qusyairi.15
- Syuhada' Thaif
Dua belas orang menurut Ibnu Ishaq
Ibnu Ishaq mencatat dua belas syuhada' Perang Thaif: tujuh dari Quraisy, empat dari Anshar, dan satu dari Bani Laits. Salah satunya, 'Abdullah bin Abu Bakar, terkena panah dan wafat di Madinah setelah beliau wafat.
Baca selengkapnya
Berikut ini adalah nama-nama kaum Muslimin yang gugur sebagai syuhada di Perang Thaif:1
Dari Quraisy, kemudian dari Bani Umaiy sementara Ibnu Hisyam berkata: pendapat lain yang mengatakan Ibnu Hubab.
Dari Bani Taym bin Murrah: 'Abdullah bin Abu Bakar ash-Shiddiq. Ia terkena panah dan karenanya ia meninggal dunia di Madinah setelah Rasulullah wafat.
Dari Bani Makhzum: 'Abdullah bin Abu Umayyah bin al-Mughirah yang gugur karena terkena lemparan panah.
Dari Bani 'Adi bin Ka'ab: 'Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah, sekutu mereka.
Dari Bani Sahm bin 'Amr: As-Saib bin al-Harits bin Qais bin 'Adi dan saudaranya bernama 'Abdullah bin al-Harits.
Dari Bani Sa'ad bin Laits: Julaihah bin 'Abdullah.
Syuhada' kaum Muslimin dari kaum Anshar, kemudian dari Bani Salamah: Tsabit bin al-Jidz'i. Dari Bani Mazin bin an-Najjar: Al-Harits bin Sahl bin Abu Sha'sha'ah.
Dari Bani Saidah: Al-Mundzir bin 'Abdullah.
Dari al-Aus: Ruqaim bin Tsabit bin Tsa'labah bin Zaid bin Laudzan bin Muawiyah. Dengan demikian jumlah sahabat Rasulullah yang gugur sebagai syuhada' Perang Thaif ialah dua belas orang. Tujuh diantaranya berasal dari Quraisy sementara empat orang lainnya dari kaum Anshar, dan satu orang dari Bani Laits.6
Catatan
- Ibnu Ishaq.
- Tambahan Ibnu Hisyam.
- Ejaan: tercetak "benama", kami membaca "bernama".
- Ibnu Ishaq. Sanad: Orang yang tidak aku ragukan integritasnya meriwayatkan kepadaku dari 'Abdullah bin Mukaddam dari beberapa orang Tsaqif.
- Ejaan: tercetak "memembebaskan", kami membaca "membebaskan".
- Daftar nama yang tercetak memuat sepuluh nama (hitungan kami) dan satu baris pada kelompok Bani Umayyah yang tercetak terpotong, tanpa nama syuhadanya; kami tidak melengkapinya.
Bab ini bersumber dari Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, yang banyak mengutip Ibnu Ishaq. Ejaan nama mengikuti edisi terjemahan yang kami pakai. Rujukan halaman akan dimuat di lampiran. Bab berikutnya membahas pembagian harta di al-Ji'ranah.