Isi bab ini
Bab ini memuat Haji Wada' menurut Ibnu Hisyam: keberangkatan pada 25 Dzulqa'dah, perintah bertahallul di Saraf, kedatangan 'Ali, khutbah di 'Arafah yang diulang Rabi'ah bin Umayyah, sabda yang didengar 'Amr bin Kharijah, dan pernyataan beliau tentang tempat berhenti dan tempat menyembelih.
Berangkat 25 Dzulqa'dah
Menurut 'Aisyah, beliau berangkat berhaji pada tanggal dua puluh lima Dzulqa'dah. Ibnu Hisyam menyebut Abu Dujanah as-Sa'idi diangkat sebagai imam sementara di Madinah; ada yang menuturkan Siba' bin 'Urfuthah al-Ghifari.
Saraf dan at-Tan'im
Di Saraf beliau memerintahkan rombongan bertahallul dari umrah, kecuali yang membawa hewan sembelihan. 'Aisyah yang sedang haid tetap berhaji tanpa thawaf, dan setelah hari-hari tasyriq berumrah dari at-Tan'im.
Khutbah
Beliau mengajarkan manasik dan berkhutbah: darah dan harta haram, riba dihapus, dendam jahiliah dihapus, an-nasi' menambah kekafiran, hak istri dan suami, berpegang pada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, dan setiap Muslim bersaudara.
Tempat berhenti dan menyembelih
Beliau bersabda bahwa seluruh Muzdalifah adalah tempat berhenti dan seluruh Mina adalah tempat menyembelih. Ibnu Ishaq menutup bahwa beliau tidak berhaji lagi sesudah tahun itu.
Madinah, Makkah, dan 'Arafah
Titik Madinah, Dzul Hulaifah, Masjidil Haram, dan Jabal 'Arafat diambil dari Wikipedia.
Dari Madinah sampai Mina
Tiap bagian diawali ringkasan singkat, dan teks lengkapnya bisa dibuka.
Urutan haji terakhir dan pokok-pokok khutbah
Bab ini bukan pertempuran, sehingga tidak ada jumlah pasukan atau spesialisasi pasukan yang dapat dicatat. Sketsa menata urutan peristiwa menurut Ibnu Ishaq, dan tabel di bawahnya membandingkan pokok khutbah pada tiga sumber. Kami menggambarnya sendiri.
| Pokok khutbah | Ibnu Hisyam | Haykal | Khan |
|---|---|---|---|
| Darah dan harta terjaga sampai bertemu Allah | Ada | Ada | Ada |
| Amanah harus dikembalikan | Ada | Ada | Ada |
| Riba dihapus, termasuk riba al-'Abbas | Ada | Ada | Tidak ditemukan |
| Dendam jahiliah dihapus (korban pertama dari Bani 'Abdul Muththalib) | Ada | Ada | Tidak ditemukan |
| Setan dan amal yang dianggap kecil | Ada | Ada | Ada |
| Penundaan bulan haram (an-nasi') dan empat bulan haram | Ada | Ada | Tidak ditemukan |
| Hak istri dan hak suami | Ada | Ada | Tidak ditemukan |
| Berpegang pada Kitabullah | Ada, bersama Sunnah Rasul-Nya | Ada, bersama Sunnah Nabi | Ada, Al-Qur'an saja |
| Sesama Muslim bersaudara | Ada | Ada | Ada |
| Tidak ada wasiat bagi ahli waris; anak bagi suami; hukuman bagi pezina | Ada (riwayat 'Amr bin Kharijah) | Tidak ditemukan | Tidak ditemukan |
| Jangan saling membunuh sepeninggal beliau | Tidak ditemukan | Tidak ditemukan | Ada |
| Semua manusia setara, keturunan Adam; Arab tidak lebih mulia dari non-Arab kecuali karena takwa | Tidak ditemukan | Tidak ditemukan | Ada |
| Yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir | Tidak ditemukan | Tidak ditemukan | Ada |
| Kesaksian: apakah telah disampaikan | Ada | Ada | Ada |
"Tidak ditemukan" berarti butir itu tidak kami temukan di teks khutbah yang kami baca pada sumber tersebut; ini bukan pernyataan bahwa sumber itu menyangkalnya.
- Beliau berangkat dari Madinah pada 25 Dzulqa'dah dan menunjuk imam sementara untuk Madinah.
- Di Saraf beliau memerintahkan rombongan bertahallul dari umrah, kecuali yang membawa hewan sembelihan.
- Di Makkah orang yang tidak membawa hewan bertahallul; 'Ali dari Najran menemui beliau dalam keadaan berihram.
- Di 'Arafah beliau berkhutbah, dan Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf mengulangnya dengan berteriak.
- Di Quzah (Muzdalifah) beliau bersabda bahwa seluruh Muzdalifah adalah tempat berhenti.
- Di Mina beliau menyembelih dan bersabda bahwa seluruh Mina adalah tempat menyembelih.
- Ini haji terakhir beliau. Sesudah itu beliau pulang ke Madinah dan tidak berhaji lagi.
Soal peta. Ibnu Ishaq menyebut Saraf, Makkah, 'Arafah, Quzah (Muzdalifah), dan Mina. Saraf, Quzah, dan Mina belum punya koordinat yang kami verifikasi, sehingga sketsa di atas hanya menata urutan. Pada peta hanya Madinah, Dzul Hulaifah (disebut Haykal), Masjidil Haram, dan Jabal 'Arafat yang bertitik.
Perbedaan sumber
Tahun dan jumlah jamaah. Di bab Ibnu Hisyam ini tidak ada tahun dan tidak ada jumlah jamaah. Haykal menulis berangkat pada 25 Dzulqa'dah tahun 10 H, diikuti kerumunan besar yang menurutnya berjumlah 90.000 menurut sebagian sejarawan dan 114.000 menurut yang lain; Khan menyebut haji ini terjadi pada tahun kesepuluh Hijriyah dan menamainya Hajjatul Wada'. Haykal menyebut tiga nama haji ini: Haji Wada', Haji Pengumuman, dan Haji Islam. Ihram dan perjalanan. Haykal menulis rombongan tiba di Dzul Hulaifah di akhir hari, bermalam, lalu berihram keesokan paginya; bab Ibnu Hisyam ini tidak menyebut Dzul Hulaifah. Kedua sumber menyebut Saraf (Haykal menulis Sarif, "di tengah jalan antara Makkah dan Madinah") sebagai tempat perintah bertahallul. Haykal menambahkan rombongan tiba di Makkah pada 4 Dzulhijjah, beliau thawaf dan sa'i, lalu marah karena sebagian orang ragu menaati perintah tahallul; banyak yang kemudian bertahallul, termasuk istri-istri beliau dan Fathimah. Percakapan 'Aisyah (haid), cerita daging sapi, umrah dari at-Tan'im, dan pertanyaan Hafshah tidak kami temukan di bagian Haykal yang kami baca. 'Ali. Ibnu Hisyam menulis 'Ali sebelumnya diutus ke Najran dan beliau membagi dua hewan sembelihan dengannya; Haykal menulis 'Ali kembali dari Yaman, berniat berhaji dengan niat yang sama seperti beliau, lalu beliau memberinya sebagian hewan beliau. Tempat khutbah. Ibnu Hisyam menyebut 'Arafah. Haykal menulis beliau berhenti di 'Arafah, tendanya dipasang di sisi timur di tempat bernama Namirah, lalu setelah matahari tergelincir beliau menunggang untanya sampai lembah 'Uranah dan berkhutbah dari atas unta; Khan menulis khutbah disampaikan dari Gunung 'Arafah. Haykal dan Ibnu Hisyam sama-sama menyebut Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf mengulang sabda beliau; Haykal juga menulis beliau tiba di 8 Dzulhijjah di Mina, lalu 9 Dzulhijjah ke 'Arafah. Isi khutbah. Perbandingan butir per butir ada pada tabel di atas; Haykal menulis "Rabi'ah bin al-Harits" sebagai korban darah yang pertama dihapus, Ibnu Hisyam menulis "Ibnu Rabi'ah bin al-Harits bin 'Abdul Muththalib". Haykal menambahkan setelah khutbah beliau membacakan ayat "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agama kamu" di al-Sakharat dan Abu Bakar mengerti ajal beliau dekat; ayat ini tidak ada di bab Ibnu Hisyam ini. Muzdalifah, Mina, penyembelihan. Ibnu Hisyam menulis Quzah (di Muzdalifah) dan tempat penyembelihan di Mina; Haykal menulis beliau bermalam di Muzdalifah, mengunjungi al-Masy'ar, melempar jumrah di Mina, menyembelih 63 unta (satu untuk tiap tahun usianya), 'Ali menyembelih sisanya, lalu beliau mencukur kepala. Jumlah 63 dan pencukuran tidak ada di bab Ibnu Hisyam ini.
- Berangkat
Dari Madinah pada 25 Dzulqa'dah
Menjelang bulan Dzulqa'dah Rasulullah bersiap menunaikan haji dan memerintahkan kaum Muslimin bersiap pula. Menurut 'Aisyah, beliau berangkat pada tanggal dua puluh lima Dzulqa'dah. Ibnu Hisyam menyebut beliau mengangkat Abu Dujanah as-Sa'idi sebagai imam sementara di Madinah; ada yang menuturkan Siba' bin 'Urfuthah al-Ghifari.
Baca selengkapnya
Menjelang bulan Dzulqadah, Rasulullah segera bersiap-siap untuk menunaikan ibadah haji dan memerintahkan kaum Muslimin untuk bersiap-siap.1
'Abdurrahman bin al-Qasim bercerita kepadaku, dari ayahnya, al-Qasim bin Muhammad, dari 'Aisyah, ia berkata: "Rasulullah berangkat untuk melaksanakan ibadah haji pada tanggal dua puluh lima bulan Dzulqadah."1
Rasulullah mengangkat Abu Dujanah as-Sa'idi sebagai imam sementara di Madinah. Ada yang menuturkan bahwa beliau menunjuk Siba' bin 'Urfuthah al-Ghifari.23
- Saraf
Perintah bertahallul dari umrah
Menurut 'Aisyah, di perjalanan beliau terus menyebut haji. Ketika tiba di Saraf beliau memerintahkan rombongan bertahallul dari umrah, kecuali yang membawa hewan sembelihan. 'Aisyah yang sedang haid menangis, dan beliau bersabda ia tetap berhaji, hanya tidak boleh thawaf di sekitar Baitullah. Setelah hari-hari tasyriq 'Aisyah berumrah dari at-Tan'im. Hafshah bertanya mengapa beliau tidak bertahallul, dan beliau menjawab bahwa beliau membawa hewan sembelihan dan menggulung rambut.
Baca selengkapnya
Dalam perjalanannya beliau terus menyebutkan haji di tengah kumpulan rombongannya. Tatkala tiba di Saraf beliau memerintahkan rombongannya bertahallul dari umrah kecuali orang yang membawa hewan unta sembelihan.4
'Aisyah melanjutkan: Ketika itu aku sedang haid dan menangis. Rasulullah lalu menemuiku dan bersabda: "Wahai 'Aisyah, ada apa? Apakah engkau sedang haidh?" Aku menjawab: "Ya. Demi Allah, kalau terus begini rasanya aku tidak bisa melanjutkan perjalanan bersama kalian." Rasulullah bersabda: "Janganlah pesimis. Engkau tetap berhaji, hanya saja engkau tidak boleh melakukan thawaf di sekitar Baitullah."
'Aisyah berkata: Tatkala beliau memasuki Makkah, semua orang yang tidak membawa hewan sembelihan, dan juga isteri-isteri beliau bertahallul dari umrah. Di hari penyembelihan hewan qurban, daging-daging sapi diantarkan kepadaku. Aku bertanya: "Apa ini?" Orang-orang berkata: "Rasulullah menyembelih hewan qurban atas nama istri-istrinya." Pada malam setelah hari-hari tasyriq, Rasulullah berjalan bersamaku dan saudaraku 'Abdurrahman bin Abu Bakar, kemudian ia membantuku untuk melaksanakan umrah dari at-Tan'im, yaitu tempat aku tidak bisa melaksanakan umrah sebelumnya.
Nafi' mantan budak 'Abdullah bin 'Umar bercerita kepadaku, dari 'Abdullah bin 'Umar, dari Hafshah binti 'Umar, yang berkata: "Tatkala Rasulullah menyuruh istri-istrinya bertahallul, aku berkata: "Wahai Rasulullah, kenapa engkau tidak bertahallul bersama kami?" Rasulullah bersabda: "Aku membawa hewan sembelihan dan menggulung rambut, jadi aku tidak bertahallul hingga aku menyembelih untaku.'15
- 'Ali di Makkah
Pulang dari Najran
Menurut 'Abdullah bin Abu Najih, 'Ali yang sebelumnya diutus ke Najran menemui beliau di Makkah dalam keadaan berihram dan mendapati Fathimah sudah bertahallul dan berhias. Beliau membagi dua hewan sembelihan dengan 'Ali, sehingga 'Ali tetap berihram bersama beliau.
Baca selengkapnya
'Abdullah bin Abu Najih bercerita kepadaku bahwa sebelumnya Rasulullah mengutus 'Ali bin Abu Thalib ke Najran, kemudian beliau bertemu dengannya di Makkah dalam keadaan berihram. 'Ali bin Abu Thalib menemui Fathimah binti Rasulullah dan mendapatinya bertahallul dan berhias. Beliau membagi dua hewan sembelihan dengan 'Ali bin Abu Thalib dan 'Ali bin Abu Thalib tetap dalam keadaan ihram bersama Rasulullah. Tatkala keduanya menyelesaikan seluruh aktivitas haji, beliau menyembelih hewan sembelihan untuknya dan 'Ali.1
- Khutbah Haji Wada'
Pesan terakhir kepada manusia
Beliau mengajarkan manasik dan berkhutbah. Pokok pesannya: darah dan harta haram sampai bertemu Allah, amanah ditunaikan, riba dihapus kecuali modal (termasuk riba al-'Abbas), dendam jahiliah dihapus (yang pertama darah Ibnu Rabi'ah bin al-Harits), setan sudah putus asa disembah tetapi ditaati dalam hal kecil, an-nasi' menambah kekafiran, hak istri dan suami, berpegang pada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, dan setiap Muslim bersaudara.
Baca selengkapnya
Rasulullah melanjutkan prosesi ibadah hajinya, mengajarkan manasik haji kepada kaum Muslimin, menjelaskan sunnah-sunnah haji kepada mereka, dan berkhutbah kepada mereka menjelaskan apa yang perlu dia jelaskan. Rasulullah memuji Allah, menyanjung-Nya lalu bersabda: Wahai manusia, simaklah dengan seksama perkataanku, karena aku tidak tahu apakah aku masih bisa berjumpa kalian tahun depan di tempat ini.1
Wahai manusia, sesungguhnya darah dan harta benda kalian adalah haram bagi kalian hingga kalian berjumpa dengan Allah sebagaimana haramnya hari dan bulan kalian ini.
Sesungguhnya kalian semua akan menemui Tuhan kalian lalu Dia akan bertanya tentang amal perbuatan kalian.
Sungguh hal ini telah aku sampaikan...
Barangsiapa yang masih memiliki amanah, hendaklah ia menunaikannya kepada yang berhak menerimanya.
Sesungguhnya semua riba dihapus terkecuali modal harta kalian. Dengan cara ini kalian tidak berbuat zalim dan jangan pula mau dizalimi. Karena Allah telah menentukan tidak boleh lagi ada riba. Sesungguhnya riba al-'Abbas bin 'Abdul Muththalib semuanya terhapus.
Sesungguhnya bunuh membunuh karena balas dendam pada masa jahiliyah itu terhapus dan darah yang pertama kali aku hapus ialah darah Ibnu Rabi'ah bin al-Harits bin 'Abdul Muththalib. Dulu ia mencari wanita yang menyusui di Bani Laits lalu ia dihabisi oleh orang-orang Hudzail. Ia lah yang pertama kali kuhapuskan darahnya pada masa jahiliyah.
Wahai manusia, sesungguhnya setan telah menyerah dan putus asa untuk bisa disembah di negeri kalian untuk selama-lamanya, namun setan ditaati dalam hal yang lainnya dan sungguh setan senang sekali dengan hal itu, yaitu amal perbuatan yang kalian anggap kecil, oleh karena itu, hati-hatilah kalian terhadap setan, jangan sampai merusak agama kalian!
Wahai manusia, "sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu bisa menambah kekafiran. Orang-orang yang kafir telah disesatkan karena mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mencocokkannya dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang Allah halalkan." (QS. at-Taubah: 37)
Sesungguhnya roda waktu itu terus berputar sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ialah dua belas. Empat di antaranya adalah haram; tiga bulan berturut-turut dan bulan Rajab yang berada di antara bulan Jumadil Akhir dengan bulan Sya'ban. Amma ba 'du. Wahai manusia, sesungguhnya kalian memiliki hak atas istri-istri kalian sebagaimana istri-istri kalian juga mempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas istri-istri kalian ialah mereka harus mengharamkan siapa pun dari orang-orang yang kalian tidak sukai untuk mendatangi ranjang-ranjang kalian dan istri-istri kalian haram bagi mereka mengerjakan perbuatan keji dan tidak senonoh. Jika istri-istri kalian mengerjakan hal-hal tersebut, Allah mengizinkan kalian untuk mendiamkan mereka di tempat tidur dan memukul mereka namun jangan sampai melukai mereka. Jika mereka telah sadar dan bertaubat, mereka berhak mendapatkan nafkah dan pakaian dengan cara yang baik. Berbuat baiklah kepada para istri kalian, karena mereka seperti tawanan yang tidak memiliki sesuatu apa pun. Sesungguhnya kalian mengambil istri-istri kalian dengan amanah Allah dan menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat-kalimat Allah, oleh karena itu, camkanlah ucapanku ini, karena aku telah menyampaikannya kepada kalian.
Aku wariskan kepada kalian Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya yang jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan tersesat untuk selamanya.
Wahai manusia sekalian, simak dan camkanlah ucapanku. Ketahuilah bahwa setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya dan seluruh kaum Muslimin itu bersaudara. Oleh sebab itulah, tidak halal baginya mengambil sesuatu dari saudaranya kecuali bila hatinya menyetujuinya. Janganlah kalian suka menzalimi diri kalian. Apakah ini semua telah aku sampaikan... ?
Disebutkan kepadaku bahwa kaum Muslimin berkata: "Sudah." Rasulullah bersabda: "....Saksikanlah."6
- Rabi'ah mengulang
Sabda beliau diteriakkan kepada manusia
Menurut 'Abbad bin 'Abdullah bin Zubair, orang yang mengulang sabda beliau dengan berteriak di 'Arafah adalah Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf. Tiga kali ia menyampaikan pertanyaan beliau (bulan, negeri, hari), dan tiga kali kaum Muslimin menjawab bulan haram, negeri haram, dan hari haji akbar.
Baca selengkapnya
Yahya bin 'Abbad bin 'Abdullah bin Zubair bercerita kepadaku, dari ayahnya, 'Abbad, yang berkata bahwa orang yang mengulang kembali sabda Rasulullah di atas dengan berteriak tatkala beliau berada di Arafah ialah Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf. Rasulullah bersabda kepada Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf: "Katakan kepada orang-orang bahwa Rasulullah bertanya: Bulan apa sekarang?" Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf menyampaikan pertanyaan Rasulullah tersebut dengan berteriak kencang kepada kaum Muslimin, kemudian mereka berkata kepada Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf: "Bulan Haram."1
Rasulullah bersabda kepada Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf: "Beritahu mereka lagi bahwa Allah mengharamkan darah dan harta kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini hingga kelak kalian menemui Allah."
Rasulullah bersabda lagi kepada Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf: "Katakan kepada mereka: 'Wahai manusia, sesungguhnya Rasulullah bersabda, 'tahukah kalian di negeri mana kalian kini berada?'" Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf kembali menyampaikan sabda Rasulullah tersebut dengan suara yang keras, kemudian kaum Muslimin berkata: "Kami sedang berada di negeri haram."
Rasulullah bersabda lagi kepada Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf: "Sampaikan lagi kepada mereka bahwa Allah mengharamkan darah dan harta kalian sebagaimana haramnya negeri kalian ini hingga kelak kalian menemui Tuhan kalian."
Rasulullah bersabda lagi kepada Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf: "Katakan kepada mereka, tahukah kalian hari apakah sekarang?" Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf kembali meneriakkan sabda Rasulullah tersebut, kemudian kaum Muslimin menjawab: "Sekarang adalah hari haji akbar."
Rasulullah bersabda kepada Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf: "Katakan kepada mereka bahwa Allah mengharamkan darah dan harta kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini hingga kelak kalian menemui Tuhan kalian."7
- Sabda di 'Arafah
Dari 'Amr bin Kharijah
'Amr bin Kharijah, yang diutus 'Attab bin Usaid, mendengar beliau di 'Arafah bersabda bahwa Allah telah memberi setiap orang haknya, tidak ada wasiat bagi ahli waris, anak adalah hak suami, bagi pezina batu, dan ancaman bagi yang menisbatkan diri kepada selain bapaknya atau tuannya.
Baca selengkapnya
Laits bin Abu Sulaim bercerita kepadaku, dari Syahr bin Hausyab al-Asy'ari, dari 'Amr bin Kharijah, ia berkata: 'Attab bin Usaid mengutusku menemui beliau untuk satu urusan, saat itu beliau berdiri di Arafah. Lalu aku utarakan keperluan tersebut kepada beliau. Setelah itu, aku berdiri di bawah unta Rasulullah dan sungguh air liur unta beliau menetes ke kepalaku. Saat itu aku dengar beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla telah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Dan tidak ada wasiat bagi ahli waris, anak adalah hak bagi sang suami, sedangkan bagi seorang pezina adalah batu (hukuman rajam). Dan barangsiapa menisbatkan dirinya kepada selain bapaknya atau (budak) menisbatkan diri kepada selain tuannya, maka ia akan mendapatkan Allah, malaikat dan seluruh manusia. Allah tidak akan menerima amalan sunnah dan tidak pula amalan wajib, atau amalan sunnah dan tidak pula amalan wajibnya."18
- Manasik
Tempat berhenti dan tempat menyembelih
Beliau bersabda bahwa 'Arafah dan seluruh Muzdalifah adalah tempat berhenti, dan seluruh Mina adalah tempat menyembelih. Beliau memperlihatkan manasik haji, menerangkan yang diwajibkan dan diharamkan, dan ini adalah pesan terakhir haji wada'; beliau tidak berhaji lagi sesudah tahun itu.
Baca selengkapnya
'Abdullah bin Abu Najih bercerita kepadaku bahwa tatkala Rasulullah berdiri di Arafah, beliau bersabda: "Ini adalah tempat berhenti dan semua Muzdalifah adalah tempat berhenti", Tatkala berdiri di Quzah pada pagi hari Muzdalifah, Rasulullah bersabda: "Ini adalah tempat berhenti dan semua Muzdalifah adalah tempat berhenti." Tatkala menyembelih hewan sembelihan di tempat penyembelihan di Mina, Rasulullah bersabda: "Ini adalah manhar (tempat penyembelihan hewan) dan Mina semuanya adalah manhar." Beliau menyelesaikan haji, memperlihatkan manasik haji kepada kaum Muslimin, menerangkan kepada mereka apa saja yang diwajibkan Allah kepada mereka pada saat haji mereka; tempat wuquf, melempar jumrah, thawaf, dan menerangkan apa saja yang dihalalkan Allah dan apa saja yang Dia haramkan atas mereka di haji mereka. Dan ini adalah pesan-pesan terakhir dan haji wada' (perpisahan) beliau, karena Rasulullah tidak berhaji lagi sesudah tahun itu.19
Catatan
- Ibnu Ishaq.
- Tambahan Ibnu Hisyam.
- Nomor catatan kaki "210" yang tercetak di dalam teks (beserta kata "ibid" bila ada) tidak kami muat. ejaan: tercetak "Al-asim", kami membaca "Al-Qasim"; tercetak "meng angkat", kami membaca "mengangkat". (rantai periwayatan yang sama tercetak "Abdurrahman bin Al-Qasim" beberapa baris sesudahnya, sehingga kami membaca "Al-Qasim").
- Ibnu Ishaq. Sanad: 'Abdurrahman bin al-Qasim bercerita kepadaku dari ayahnya, al-Qasim bin Muhammad, dari 'Aisyah.
- Nomor catatan kaki "211", "212" yang tercetak di dalam teks (beserta kata "ibid" bila ada) tidak kami muat. ejaan: tercetak "di tangah", kami membaca "di tengah"; tercetak "berhaji berhaji", kami membaca "berhaji"; tercetak "penyembelihaii", kami membaca "penyembelihan"; tercetak "ber tahallul", kami membaca "bertahallul".
- Ejaan: tercetak "depart", kami membaca "depan"; tercetak "yangpertama", kami membaca "yang pertama"; tercetak "istriistri", kami membaca "istri-istri"; tercetak "meeka", kami membaca "mereka"; tercetak "danpakaian", kami membaca "dan pakaian".
- Nomor catatan kaki "213" yang tercetak di dalam teks (beserta kata "ibid" bila ada) tidak kami muat.
- Nomor catatan kaki "214" yang tercetak di dalam teks (beserta kata "ibid" bila ada) tidak kami muat. ejaan: tercetak "seorangpezina", kami membaca "seorang pezina".
- Nomor catatan kaki "215" yang tercetak di dalam teks (beserta kata "ibid" bila ada) tidak kami muat.
Bab ini bersumber dari Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, yang banyak mengutip Ibnu Ishaq. Ejaan nama mengikuti edisi terjemahan yang kami pakai. Rujukan halaman akan dimuat di lampiran. Bab berikutnya membahas pasukan Usamah.