Isi bab ini
Bab ini memuat daftar istri-istri beliau menurut Ibnu Hisyam: tiga belas orang, siapa yang menikahkan, mahar, suami sebelumnya, serta hitungan yang digauli, yang tidak digauli, asal kabilah, dan yang wafat sebelum beliau.
13 istri
Ibnu Hisyam mendaftar tiga belas istri beliau: sebelas yang digauli ditambah dua yang tidak digauli, Asma' binti an-Nu'man dan 'Amrah binti Yazid. Dua wafat sebelum beliau, yaitu Khadijah dan Zainab binti Khuzaimah, sehingga beliau wafat meninggalkan sembilan istri.
Mahar
Empat ratus dirham disebut untuk 'Aisyah, Saudah, Hafshah, Maimunah, dan Zainab binti Khuzaimah; Khadijah dua puluh ekor anak unta; Ummu Habibah empat ratus dinar yang diberikan Najasyi mewakili beliau; Ummu Salamah kasur, gelas, mangkuk, dan alat penggilingan.
Menurut asalnya
Enam istri berasal dari Quraisy: Khadijah, 'Aisyah, Hafshah, Ummu Habibah, Ummu Salamah, dan Saudah. Tujuh lainnya dari Arab selain Quraisy dan non-Arab, yaitu Shafiyah dari Bani an-Nadhir.
Ummul Masakin
Zainab binti Khuzaimah digelari Ummul Masakin, ibunda orang-orang miskin, karena cinta dan empatinya yang tinggi kepada mereka.
Makkah, Madinah, dan Khaybar
Titik Makkah, Madinah, dan Khaybar diambil dari Wikipedia.
Dari Khadijah sampai istri yang tidak digauli
Tiap bagian diawali ringkasan singkat, dan teks lengkapnya bisa dibuka.
- Khadijahistri pertama
- 'Aisyahdi Makkah
- Saudahdua riwayat
- ZainabQS. al-Ahzab: 37
- Ummu Salamahmahar kasur
- Hafshahputri 'Umar
- Ummu Habibahmahar dari Najasyi
- Juwairiyahtawanan
- ShafiyahKhaybar
- Maimunahdinikahkan al-'Abbas
- Zainab binti KhuzaimahUmmul Masakin
- Dua yang tidak digauliAsma' dan 'Amrah
- Menurut asalnya6 Quraisy, 7 lainnya
Hitungan istri dan ringkasan tiap pernikahan
Bab ini bukan pertempuran, sehingga tidak ada jumlah pasukan atau spesialisasi pasukan yang dapat dicatat. Sketsa menyusun hitungan Ibnu Hisyam, dan tabel merangkum keterangan tiap istri dari bab ini. Kami menggambarnya sendiri.
| Istri | Yang menikahkan | Mahar | Suami sebelumnya | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1. Khadijah binti Khuwailid | Khuwailid bin Asad, ayahnya (ada yang menuturkan 'Amr bin Khuwailid, saudaranya) | 20 ekor anak unta | Abu Halah bin Malik; sebelumnya 'Atiq bin 'Abid | Melahirkan seluruh putra-putri beliau kecuali Ibrahim; wafat sebelum beliau |
| 2. 'Aisyah binti Abu Bakar | Abu Bakar, ayahnya | 400 dirham | Tidak disebut; ia satu-satunya gadis yang beliau nikahi | Menikah di Makkah usia tujuh tahun; digauli di Madinah setelah baligh |
| 3. Saudah | Salith bin 'Amr (ada yang mengatakan Abu Hathib bin 'Amr) | 400 dirham | as-Sakran bin 'Amr bin 'Abdu Syams | Ibnu Hisyam mencatat Ibnu Ishaq pernah menyebut keduanya berada di Habasyah saat pernikahan itu |
| 4. Zainab binti Jahsy | Tidak disebut | Tidak disebut | Tidak disebut | Tentangnya turun QS. al-Ahzab: 37; kalimat pembuka bagian ini tercetak terputus |
| 5. Ummu Salamah (Hindun) | Putranya, Salamah bin Abu Salamah | Kasur dibungkus pelepah kurma, gelas, mangkuk, alat penggilingan | Abu Salamah bin 'Abdul Asad (bernama 'Abdullah) | Anak: Salamah, 'Umar, Zainab, Ruqayyah |
| 6. Hafshah binti 'Umar | 'Umar bin Khaththab, ayahnya | 400 dirham | Khunais bin Hudzafah as-Sahmi | Tidak disebut |
| 7. Ummu Habibah (Ramlah) | Khalid bin Sa'id bin al-'Ash, di Habasyah | 400 dinar, diberikan Najasyi mewakili beliau | 'Ubaidillah bin Jahsy al-Asadi | Najasyi pula yang melamarnya untuk beliau |
| 8. Juwairiyah binti al-Harits | Tidak disebut | Tidak disebut | Tidak disebut | Tawanan Bani al-Mushthaliq; beliau melunasi tebusannya lalu menikahinya |
| 9. Shafiyah binti Huyay | Tidak disebut | Tidak disebut; resepsi hanya tepung dan kurma | Kinanah bin ar-Rabi' bin Abu al-Huqaiq | Tawanan Khaybar yang beliau pilih |
| 10. Maimunah binti al-Harits | al-'Abbas bin 'Abdul Muththalib | 400 dirham, dibayar al-'Abbas atas nama beliau | Abu Ruhm bin 'Abdul 'Uzza | Ada yang menceritakan ia menyerahkan dirinya kepada beliau (QS. al-Ahzab: 50) |
| 11. Zainab binti Khuzaimah | Qabishah bin 'Amr al-Hilali | 400 dirham | 'Ubaidah bin al-Harits; sebelumnya Jahm bin 'Amr | Digelari Ummul Masakin; wafat sebelum beliau |
| 12. Asma' binti an-Nu'man al-Kindiyah | - | - | - | Tidak digauli karena penyakit keputihan; dikembalikan kepada keluarganya |
| 13. 'Amrah binti Yazid al-Kilabiyah | - | - | - | Tidak digauli karena berlindung diri dari beliau; dikembalikan kepada keluarganya |
Semua isi tabel dari bab Ibnu Hisyam ini; "Tidak disebut" berarti hal itu tidak tertulis di sana.
- Ibnu Hisyam mendaftar tiga belas istri; sebelas di antaranya digauli, dua tidak (Asma' binti an-Nu'man dan 'Amrah binti Yazid).
- Enam istri dari Quraisy, tujuh dari Arab selain Quraisy dan non-Arab (Shafiyah dari Bani an-Nadhir).
- Dua istri wafat lebih dulu, Khadijah dan Zainab binti Khuzaimah, sehingga beliau wafat meninggalkan sembilan istri.
Soal peta. Bab ini daftar, bukan perjalanan, sehingga tidak ada panah. Peta hanya menandai tiga tempat yang disebut di dalamnya: Makkah (tempat beliau menikah dengan 'Aisyah), Madinah (tempat beliau menggaulinya), dan Khaybar (asal tawanan Shafiyah). Habasyah, tempat akad Ummu Habibah, belum bertitik karena Ibnu Ishaq tidak menyebut kotanya.
Perbedaan sumber
Khadijah. Ibnu Hisyam menulis ayahnya, Khuwailid bin Asad, menikahkannya (ada yang menuturkan saudaranya, 'Amr bin Khuwailid) dengan mahar dua puluh ekor anak unta; Haykal juga menulis mahar dua puluh anak unta; Khan menulis Khadijah melamar beliau yang berusia 25 tahun dan pamannya, Abu Thalib, mengatur akadnya. 'Aisyah. Ibnu Hisyam menulis beliau menikah dengan 'Aisyah di Makkah ketika ia berusia tujuh tahun dan menggaulinya di Madinah setelah ia baligh; Haykal menulis beliau meminang 'Aisyah dari ayahnya ketika ia berusia sembilan tahun dan baru menikahinya dua tahun kemudian. Saudah. Kedua sumber menyebut suami sebelumnya Sakran bin 'Amr bin 'Abdu Syams; Haykal menambahkan Saudah ikut hijrah ke Habasyah dan beliau menikahinya setelah Khadijah wafat. Hafshah, Ummu Salamah, Zainab binti Khuzaimah. Haykal menulis Hafshah janda Khunais yang wafat tujuh bulan sebelumnya; Ummu Salamah janda Abu Salamah, dilamar empat bulan setelah suaminya wafat dan sempat menolak dengan alasan banyak anak dan usia; Zainab binti Khuzaimah janda 'Ubaidah bin al-Harits yang gugur di Badr dan hanya hidup satu atau dua tahun setelah menikah dengan beliau. Haykal tidak memuat mahar dan siapa yang menikahkan mereka di bagian yang kami baca. Ummu Habibah. Ibnu Hisyam menulis Khalid bin Sa'id menikahkannya di Habasyah dengan mahar empat ratus dinar dari Najasyi, dan suami sebelumnya 'Ubaidillah bin Jahsy; Haykal menulis ia (Ramlah binti Abu Sufyan) istri 'Abdullah bin Jahsy yang masuk Kristen dan wafat di Habasyah, dan ia menjadi istri beliau sesudah kembali dari Habasyah bersama rombongan Ja'far. Juwairiyah. Ibnu Hisyam menulis ia menebus diri dari Tsabit bin Asy-Syammas dan beliau melunasi lalu menikahinya; Haykal menuturkan tiga versi, antara lain bahwa ayahnya, al-Harits bin Abu Dirar, datang menebus lalu masuk Islam, dan beliau meminang Juwairiyah dengan mahar empat ratus dirham. Shafiyah. Kedua sumber menyebut ia tawanan Khaybar dan suaminya Kinanah bin ar-Rabi'; Haykal menambahkan Kinanah dibunuh setelah harta Bani an-Nadhir ditemukan, beliau memerdekakan lalu menikahinya, dan Abu Ayyub menjaga tenda pernikahan dengan pedang terhunus; resepsi tepung dan kurma hanya ada di Ibnu Hisyam. Maimunah. Kedua sumber menyebut mahar empat ratus dirham dan peran al-'Abbas; Haykal menulis Maimunah berusia 26 tahun, bibi Khalid bin al-Walid, dan menikah di Saraf di luar Makkah sebagai istri beliau yang terakhir. Daftar. Hitungan tiga belas istri, sebelas yang digauli, dua yang tidak digauli, enam Quraisy, dan tujuh lainnya hanya ada di Ibnu Hisyam; Asma' binti an-Nu'man dan 'Amrah binti Yazid tidak kami temukan di bagian Haykal yang kami baca.
- 1. Khadijah
Istri pertama
Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama beliau, dinikahkan oleh ayahnya, Khuwailid bin Asad (ada yang menuturkan saudaranya, 'Amr bin Khuwailid), dengan mahar dua puluh ekor anak unta. Ia melahirkan seluruh putra-putri beliau kecuali Ibrahim. Sebelumnya ia pernah menikah dengan 'Atiq bin 'Abid, lalu dengan Abu Halah bin Malik.
Baca selengkapnya
Istri-istri yang dinikahi Rasulullah adalah sebagai berikut:1
Khadijah binti Khuwailid merupakan istri pertama Rasulullah. Beliau dinikahkan dengan Rasulullah oleh ayah Khadijah sendiri, Khuwailid bin Asad. Ada yang menuturkan oleh saudaranya, 'Amr bin Khuwailid. Rasulullah menikahi Khadijah binti Khuwailid dengan mahar dua puluh ekor anak unta. Khadijah binti Khuwailid melahirkan seluruh putera-puteri beliau, kecuali puteranya Ibrahim. Sebelum pernikahannya dengan Rasulullah Khadijah binti Khuwailid pernah menikah dengan Abu Halah bin Malik salah seorang warga Bani Usaid bin 'Amr bin Tamim, sekutu Bani 'Abduddar dan melahirkan Hindun bin Abu Halah dan Zainab binti Abu Halah. Sebelum pernikahannya dengan Abu Halah, Khadijah binti Khuwailid bersuamikan Atiq bin Abid bin 'Abdullah bin 'Umar bin Makhzum dan melahirkan 'Abdullah dan Jariyah.
Jariyah menikah dengan Shayfi bin Abi Rifa'ah.1
- 2. 'Aisyah
Satu-satunya gadis
Beliau menikah dengan 'Aisyah binti Abu Bakar di Makkah ketika ia berusia tujuh tahun dan menggaulinya di Madinah setelah ia baligh. Beliau tidak menikahi gadis lain selain 'Aisyah. Abu Bakar menikahkannya dengan mahar empat ratus dirham.
Baca selengkapnya
Rasulullah menikah dengan 'Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq di Makkah pada saat 'Aisyah berusia tujuh tahun dan menggaulinya di Madinah tatkala usianya sudah baligh. Beliau tidak menikahi seorang gadis manapun selain 'Aisyah binti Abu Bakar. Abu Bakar menikahkan beliau dengan 'Aisyah dengan mahar empat ratus dirham.
- 3. Saudah
Dua riwayat tentang yang menikahkan
Beliau menikah dengan Saudah, dinikahkan oleh Salith bin 'Amr dengan mahar empat ratus dirham; ada yang mengatakan yang menikahkan adalah Abu Hathib bin 'Amr. Ibnu Hisyam mencatat bahwa Ibnu Ishaq pernah menyebut keduanya berada di Habasyah saat pernikahan itu. Sebelumnya Saudah bersuamikan as-Sakran bin 'Amr.
Baca selengkapnya
Rasulullah menikah dengan Saudah binti Qais bin 'Abdu Syams bin 'Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin 'Amir bin Luay. Adapun yang menikahkan beliau dengannya adalah Salith bin 'Amr dengan mahar empat ratus dirham. Ada pula yang mengatakan bahwa yang menikahkan adalah Abu Hathib bin 'Amr bin 'Abdu Syams bin 'Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl, dengan mahar empat ratus dirham.
Ibnu Ishaq menukil riwayat berseberangan dengan kisah ini, di mana ia pernah menyebutkan bahwa Salith bin 'Amr dan Abu Hathib bin 'Amr berada di daerah Habasyah tatkala pernikahan tersebut terjadi. Sebelum diperistri Rasulullah, Saudah binti Zam'ah bersuamikan as-Sakran bin 'Amr bin 'Abdu Syams bin 'Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl.12
- 4. Zainab binti Jahsy
QS. al-Ahzab: 37
Beliau menikah dengan Zainab binti Jahsy; tentangnya Allah menurunkan QS. al-Ahzab: 37. Kalimat pembuka bagian ini tercetak terputus pada terjemahan Ibnu Hisyam yang kami pakai.
Baca selengkapnya
Rasulullah menikah dengan Zainab bintitsah, mantan budak Rasulullah. Tentang Zainab binti Jahsy, Allah menurunkan firman-Nya berikut:
Dan (ingatlah), tatkala kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. (QS. al-Ahzab: 37).3
- 5. Ummu Salamah
Dinikahkan oleh putranya
Beliau menikah dengan Ummu Salamah binti Abu Umayyah al-Makhzumiyah (bernama Hindun), dinikahkan oleh putranya, Salamah bin Abu Salamah, dengan mahar kasur yang dibungkus pelepah kurma, gelas, mangkuk, dan alat penggilingan. Suaminya sebelumnya Abu Salamah bin 'Abdul Asad, yang bernama 'Abdullah.
Baca selengkapnya
Rasulullah menikah dengan Ummu Salamah binti Abu Umayyah bin al-Mughirah al-Makhzumiyah – Ummu Salamah bernama Hindun- beliau dinikahkan oleh anak Ummu Salamah sendiri, yakni Salamah bin Abu Salamah dengan mahar kasur yang dibungkus pelepah pohon kurma, gelas, mangkuk, dan alat penggilingan. Sebelumnya Ummu Salamah telah menikah dengan Abu Salamah bin 'Abdul Asad. Nama Abu Salamah adalah 'Abdullah. Dari pernikahannya dengan Abu Salamah Ummu Salamah punya anak Salamah, 'Umar, Zainab, dan Ruqaiyah.4
- 6. Hafshah
Dinikahkan oleh ayahnya
Beliau menikah dengan Hafshah binti 'Umar bin Khaththab, dinikahkan langsung oleh ayahnya dengan mahar empat ratus dirham. Sebelumnya Hafshah bersuamikan Khunais bin Hudzafah as-Sahmi.
Baca selengkapnya
Rasulullah menikah dengan Hafshah binti 'Umar bin Khaththab yang dinikahkan langsung oleh ayahnya sendiri, 'Umar bin Khaththab dengan mahar empat ratus dirham. Sebelumnya, Hafshah telah bersuamikan Khunais bin Hudzafah as-Sahmi.5
- 7. Ummu Habibah
Mahar dari Najasyi
Beliau menikah dengan Ummu Habibah (nama aslinya Ramlah) binti Abu Sufyan bin Harb, dinikahkan oleh Khalid bin Sa'id bin al-'Ash saat keduanya di Habasyah, dengan mahar empat ratus dinar yang diberikan Najasyi mewakili beliau. Najasyi pula yang melamarnya untuk beliau.
Baca selengkapnya
Rasulullah menikah dengan Ummu Habibah -nama aslinya Ramlah- binti Abu Sufyan bin Harb. Adapun yang menikahkannya adalah Khalid bin Sa'id bin al-'Ash, tatkala keduanya berada di Habasyah, dengan mahar empat ratus dinar yang diberikan Najasyi mewakili Rasulullah. Najasyi pula lah yang melamar Ummu Habibah untuk Rasulullah. Sebelum itu, Ummu Habibah bersuamikan 'Ubaidillah bin Jahsy al-Asadi
- 8. Juwairiyah
Tawanan Bani al-Mushthaliq
Juwairiyah binti al-Harits termasuk tawanan Bani al-Mushthaliq dan dalam pembagian tawanan diambil Tsabit bin Asy-Syammas. Ia menebus dirinya dengan mencicil dan meminta bantuan beliau. Beliau menawarkan melunasi tebusannya lalu menikahinya, dan ia menjawab "Saya mau".
Baca selengkapnya
Beliau menikah dengan Juwairiyah binti al-Harits bin Abu Dhirar al-Khuzaiyah. Sebelumnya, Juwairiyah binti al-Harits masuk dalam tawanan perang Bani al-Musthaliq dari Khuzaah. Dalam pembagian tawanan wanita, ia diambil Tsabit bin Asy-Syammas al-Anshari dan dijadikan pemiliknya, kemudian Juwairiyah menebus dirinya dari Tsabit bin Asy-Syammas al-Anshari dengan cara mencicil. Untuk itu, Juwairiyah meminta bantuan Rasulullah untuk pembebasan dirinya. Rasulullah bersabda: "Maukah engkau pada sesuatu yang lebih baik?" Juwairiyah binti al-Harits berkata: "Apa itu, wahai Nabi Allah?" Rasulullah bersabda: "Aku akan melunasi uang pembebasan dirimu, lalu menikahimu." Juwairiyah binti al-Harits menjawab: "Saya mau." Kemudian Rasulullah menikahinya.
Kisah di atas disampaikan kepadaku oleh Ziyad bin 'Abdullah al-Bakkai, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja'far bin Zubair, dari 'Urwah, dari 'Aisyah.16
- 9. Shafiyah
Tawanan Khaybar
Beliau menikah dengan Shafiyah binti Huyay bin Akhthab, tawanan dari Khaybar yang beliau pilih untuk dinikahi. Resepsinya hanya berupa tepung dan kurma. Sebelumnya Shafiyah bersuamikan Kinanah bin ar-Rabi' bin Abu al-Huqaiq.
Baca selengkapnya
Rasulullah menikah dengan Shafiyah binti Huyay bin Akhthab, tawanan yang didapatkan beliau dari Khaybar, kemudian beliau memilihnya untuk dinikahinya. Rasulullah mengadakan resepsi pernikahannya dengan Shafiyah binti Huyay bin Akhthab dengan hidangan ala kadarnya, hanya berupa tepung dan kurma. Sebelum itu, Shafiyah binti Huyay bin Akhthab bersuamikan Kinanah bin ar-Rabi' bin Abu al-Huqaiq.
- 10. Maimunah
Mahar dibayar al-'Abbas
Beliau menikah dengan Maimunah binti al-Harits, dinikahkan oleh al-'Abbas bin 'Abdul Muththalib dengan mahar empat ratus dirham yang dibayar al-'Abbas atas nama beliau. Ada yang menceritakan Maimunah sendiri menyerahkan dirinya, lalu turun QS. al-Ahzab: 50; ada beberapa pendapat tentang siapa wanita mukminah yang dimaksud ayat itu.
Baca selengkapnya
Beliau menikah dengan Maimunah binti al-Harits bin Hazn bin Bajir bin Huzam bin Ruaibah bin 'Abdullah bin Hilal bin 'Amir bin Sha'sha'ah. Beliau dinikahkan oleh al-'Abbas bin 'Abdul Muththalib dengan mahar empat ratus dirham yang dibayar al-'Abbas bin 'Abdul Muththalib atas nama beliau. Sebelum itu, Maymunah binti al-Harits bersuamikan Abu Ruhm bin 'Abdul 'Uzza bin Abu Qais bin 'Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin 'Amir bin Luay. Ada yang menceritakan bahwa Maimunah binti al-Harits sendirilah yang menyerahkan dirinya kepada Rasulullah. Kala lamaran beliau kepadanya ia terima saat sedang mengendarai untanya, kemudian ia berkata: "Unta ini dan apa saja yang ada di atasnya (termasuk dirinya) adalah milik Allah dan Rasul-Nya." Setelah itu Allah Ta'ala menurunkan ayat, Dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau menikahinya, sebagaipengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. (QS. al-Ahzab: 50). Ada yang menyebutkan bahwa wanita Mukminah yang menyerahkan dirinya kepada beliau pada ayat di atas ialah Zainab binti Jahsy. Ada pula yang menyebutkan bahwa wanita Mukminah yang dimaksud ayat di atas ialah Ummu Syuraik - yang bernama asli Ghaziyah- binti Jabir bin Wahb dari Bani Munqidz bin 'Amr bin Ma'ish bin 'Amir bin Luay atau wanita dari Bani Salamah bin Luay, kemudian beliau menangguhkan masalahnya.
- 11. Zainab binti Khuzaimah
Ummul Masakin
Zainab binti Khuzaimah digelari Ummul Masakin (ibunda orang-orang miskin) karena cinta dan empatinya kepada mereka. Ia dinikahkan Qabishah bin 'Amr al-Hilali dengan mahar empat ratus dirham. Ibnu Hisyam menyimpulkan: kesebelas istri itulah yang digauli beliau; dua wafat sebelum beliau, yaitu Khadijah dan Zainab binti Khuzaimah, sehingga beliau wafat meninggalkan sembilan istri.
Baca selengkapnya
Beliau menikah dengan Zainab binti Khuzaimah bin al-Harits bin 'Abdullah bin 'Amr bin 'Abdu Manaf bin Hilal bin 'Amir bin Sha'sha'ah. Zainab binti Khuzaimah digelari Ummu al-Masakin (ibunda orang-orang miskin), karena rasa cinta dan empatinya yang tinggi kepada mereka. Qabishah bin 'Amr al-Hilali adalah orang yang menikahkan beliau dengan Zainab binti Khuzaimah dengan mahar empat ratus dirham. Sebelum itu, Zainab binti Khuzaimah bersuamikan 'Ubaidah bin al-Harits bin al-Muththalib bin 'Abdu Manaf. Sebelum diperistri 'Ubaidah bin al-Harits, ia bersuamikan Jahm bin 'Amr bin al-Harits, anak pamannya.
Kesebelas istri itulah yang digauli Rasulullah. Istri Rasulullah yang meninggal dunia sebelum beliau meninggal ada dua orang: Khadijah binti Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah. Dengan demikian Rasulullah wafat dengan meninggalkan sembilan istri.
- Dua yang tidak digauli
Asma' dan 'Amrah
Ibnu Hisyam menyebut dua istri yang tidak digauli beliau: Asma' binti an-Nu'man al-Kindiyah, yang memiliki penyakit keputihan sehingga dikembalikan kepada keluarganya, dan 'Amrah binti Yazid al-Kilabiyah, yang berlindung diri dari beliau lalu dikembalikan kepada keluarganya. Ada pula penuturan lain tentang wanita Kindiyah yang berlindung diri.
Baca selengkapnya
Ada dua istri yang tidak digauli beliau, yaitu: 1. Asma' binti an-Nu'man al-Kindiyah, karena ia memiliki penyakit keputihan, kemudian beliau mengembalikannya kepada keluarganya. 2. 'Amrah binti Yazid al-Kilabiyah, ia tidak digauli karena tatkala ia tiba di tempat Rasulullah, ia malah berlindung diri dari beliau, kemudian beliau bersabda: Orang yang seperti ini tidak bisa dipertahankan." Setelah itu, beliau mengembalikan 'Amrah binti Yazid kepada keluarganya.
Ada yang menuturkan bahwa wanita yang berlindung diri dari Rasulullah ialah Kindiyah anak perempuan paman Asma' binti an-Nu'man. Ada juga yang menceritakan bahwa Rasulullah memanggil Kindiyah kemudian ia berkata: "Aku adalah orang yang didatangi dan bukan yang disuruh datang." Kemudian beliau mengembalikan Kindiyah kepada keluarganya.
- Menurut asalnya
Enam Quraisy, tujuh lainnya
Istri beliau yang berasal dari Quraisy ada enam: Khadijah, 'Aisyah, Hafshah, Ummu Habibah, Ummu Salamah, dan Saudah. Yang berasal dari Arab selain Quraisy dan non-Arab ada tujuh: Zainab binti Jahsy, Maimunah, Zainab binti Khuzaimah, Juwairiyah, Asma' binti an-Nu'man, 'Amrah binti Yazid, dan Shafiyah dari Bani an-Nadhir.
Baca selengkapnya
Istri-istri Rasulullah yang berasal dari Quraisy ada enam orang. Mereka adalah sebagai berikut: 1. Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin 'Abdul 'Uzza bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay. 2. 'Aisyah binti Abu Bakar bin Abu Quhafah bin 'Amir bin 'Amr bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Luay 3. Hafshah binti 'Umar bin Khaththab bin Nufail bin 'Abdul 'Uzza bin 'Abdullah bin Qursth bin Riyah bin Rizah bin 'Adi bin Ka'ab bin Luay 4. Ummu Habibah bin Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah bin 'Abdu Syams bin 'Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay 5. Ummu Salamah binti Abu Umayyah bin al-Mughirah bin 'Abdullah bin 'Umar bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka'ab bin Luay 6. Saudah binti Zam'ah bin Qais bin 'Abdu Syams bin 'Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin 'Amir bin Luay. Sedangkan istri-istri Rasulullah yang berasal dari wanita-wanita Arab selain Quraisy dan selain orang Arab ada tujuh. Mereka adalah sebagai berikut: 1. Zainab binti Jahsy bin Riab bin Ya'mar bin Shabrah bin Murrah bin Kabir bin Ghanm bin Daudan bin Asad bin Khuzaimah. 2. Maimunah binti al-Harits bin Hazn bin Bahir bin Huzam bin Ruaibah bin 'Abdullah bin Hilal bin 'Amir bin Shasha'ah bin Muawiyah bin Bakr bin Hawazin bin Manshur bin 'Ikrimah bin Khashafah bin Qais bin Ailan. 3. Zainab binti Khuzaimah bin al-Harits bin 'Abdullah bin 'Amr bin 'Abdu Manaf bin Hilal bin 'Amir bin Sha'sha'ah bin Muawiyah. 4. Juwairiyah binti al-Harits bin Abu Dhirar al-Khuzaiyah kemudian al-Mushthalaqiyah. 5. Asma' binti an-Nu'man al-Kindiyah. 6. 'Amrah binti Yazid al-Kilabiyah. 7. Dan seorang isterinya yang berasal dari selain Arab ada satu, yaitu Shafiyah bin Huyay bin Akhthab dari Bani an-Nadhir.
Catatan
- Tambahan Ibnu Hisyam.
- Nama pada kalimat pertama tercetak "Saudah binti Qais bin Abdu Syams", sedangkan pada paragraf kedua dan pada daftar Quraisy tercetak "Saudah binti Zam'ah" ("binti Zam'ah bin Qais bin Abdu Syams"); kami memuatnya apa adanya.
- Kalimat pembuka bagian ini tercetak "Rasulullah menikah dengan Zainab bintitsah, mantan budak Rasulullah" dan tampak terputus; kami memuatnya apa adanya dan tidak menambah kata apa pun.
- Ejaan: tercetak "pernikannya", kami membaca "pernikahannya".
- Ejaan: tercetak "Hafhshah", kami membaca "Hafshah".
- Nomor catatan kaki "228" yang tercetak di dalam teks (beserta kata "ibid" bila ada) tidak kami muat.
Bab ini bersumber dari Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, yang banyak mengutip Ibnu Ishaq. Ejaan nama mengikuti edisi terjemahan yang kami pakai. Rujukan halaman akan dimuat di lampiran. Bab berikutnya membahas Saqifah dan pemakaman beliau.