Pusat Sejarah Islam
Bab 8 dari 55

Kelahiran & penyusuan di Bani Sa'd

Nabi ﷺ lahir di Makkah, lalu disusui Halimah dari Bani Sa'd. Di perkampungan Bani Sa'd inilah peristiwa pembelahan dada terjadi saat beliau menggembala.

Senin, 12 Rabi'ul Awwal, Tahun Gajah (570 M)Sumber: Ibnu Hisyam
Sekilas

Isi bab ini

Bab ini menceritakan kelahiran Rasulullah ﷺ, masa penyusuan di Bani Sa'd, dan peristiwa pembelahan dada. Empat hal berikut gambaran awalnya.

Lahir hari Senin

Tanggal 12 Rabi'ul Awwal, tahun Gajah (570 M), menurut Ibnu Ishaq. 'Abdul Muththalib membawanya ke Ka'bah dan berdoa.

Halimah dari Bani Sa'd

Banyak wanita menolak bayi yatim itu. Halimah mengambilnya, dan keberkahan tampak pada keluarganya.

Pembelahan dada

Dua orang berpakaian putih membelah dadanya, mencuci hatinya, lalu menimbangnya dengan umatnya.

Kembali kepada Aminah

Halimah mengembalikan beliau kepada ibunya. Ibnu Ishaq menyebut dua kisah yang melatarinya.

Peta

Makkah dan Bushra

Peta ini sengaja sederhana: hanya dua tempat yang bisa kami letakkan. Titik-titiknya diambil dari Wikipedia.

Makkah dan Bushra
Tempat yang disebut Ibnu Hisyam
    Alur kisah

    Dari kelahiran sampai kembali kepada Aminah

    Tiap bagian diawali ringkasan singkat, dan teks lengkapnya bisa dibuka.

    1. Kelahiran

      Senin, 12 Rabi'ul Awwal, tahun Gajah (570 M)

      Ibnu Ishaq mencatat Rasulullah ﷺ lahir pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awwal, tahun Gajah (570 M). Aminah mengutus orang kepada 'Abdul Muththalib, yang membawa cucunya ke Ka'bah, berdoa, lalu mencarikan ibu susuan.

      Lukisan Utsmani abad ke-18: masjid Madinah di kiri dan Masjidil Haram dengan Ka'bah di kanan
      Lukisan Utsmani abad ke-18 dua halaman: masjid di Madinah (kiri) dan Masjidil Haram di Makkah dengan Ka'bah (kanan), disimpan di Stockholm.Pelukis tak dikenal (Utsmani, abad ke-18) · Domain publik (menurut Commons) · Wikimedia Commons
      Baca selengkapnya

      Al-Muththalib bin 'Abdullah bin Qais bin Makhramah menyampaikan dari ayahnya, dari kakeknya: "Aku dan Rasulullah ﷺ lahir pada tahun Gajah. Kami lahir di tahun yang sama."

      Ibnu Ishaq juga menyampaikan riwayat dari Hassan bin Tsabit. Saat itu ia anak yang kuat, berusia tujuh atau delapan tahun, dan mendengar seorang Yahudi berteriak keras dari atas menara di Yatsrib, "Wahai orang-orang Yahudi!" Setelah mereka berkumpul, orang itu berkata, "Malam ini telah terbit bintang Ahmad, yang ia lahir dengannya." Ibnu Ishaq bertanya kepada Sa'id bin 'Abdurrahman bin Hassan berapa usia Hassan ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah. Ia menjawab enam puluh tahun, sedangkan usia Rasulullah ﷺ saat itu lima puluh tiga tahun, sehingga Hassan mendengar hal itu saat berusia tujuh tahun.

      Setelah melahirkan, Aminah mengutus seseorang kepada 'Abdul Muththalib dengan pesan bahwa telah lahir bayi untuknya. 'Abdul Muththalib datang. Aminah menuturkan apa yang ia lihat saat mengandung, apa yang dikatakan kepadanya tentang anaknya, dan perintah untuk menamainya. Ada yang mengatakan 'Abdul Muththalib mengambil beliau dari ibunya dan membawanya ke Ka'bah, berdoa dan bersyukur kepada Allah atas nikmat itu, lalu mengembalikannya kepada ibunya dan mencarikan ibu susuan. Ibnu Hisyam menambahkan bahwa kata al-maradhi' (susuan) disebut dalam kisah Musa di QS al-Qashash ayat 12.

    2. Penyusuan

      Halimah binti Abu Dzu'aib

      Rasulullah ﷺ disusui seorang wanita Bani Sa'd bin Bakr bernama Halimah. Ia datang ke Makkah pada tahun kering bersama para wanita sekaumnya mencari anak susuan. Semua menolak bayi yatim itu, kecuali Halimah, dan berkah pun tampak pada keluarganya.

      Baca selengkapnya

      Menurut Ibnu Ishaq, ayah susuan beliau adalah al-Harits bin 'Abdul 'Uzza. Saudara sesusuan beliau adalah 'Abdullah bin al-Harits, Unaisah binti al-Harits, dan Khidzamah binti al-Harits yang lebih dikenal dengan nama asy-Syaima'. Ada yang mengatakan asy-Syaima' ikut mengasuh beliau bersama ibunya ketika beliau tinggal bersama mereka.

      Halimah menuturkan, lewat jalur Ibnu Ishaq (dari Jahm, bekas pelayan al-Harits bin Hathib al-Jumahi, dari 'Abdullah bin Ja'far atau dari seseorang yang menyampaikan kepadanya): ia berangkat bersama suaminya dari negeri mereka, membawa anak kecil yang sedang disusuinya, bersama para wanita Bani Sa'd bin Bakr untuk mencari anak susuan. Tahun itu tahun kering dan tak menyisakan makanan. Ia menunggang keledai putih, ditemani seekor unta tua yang tak lagi menghasilkan susu setetes pun. Mereka tak bisa tidur karena tangis anak-anak yang lapar, sebab air susunya maupun unta tua itu tak mengenyangkan mereka. Perjalanan mereka lama hingga sampai di Makkah.

      Setiap wanita ditawari menyusui Rasulullah ﷺ, tetapi semuanya menolak setelah tahu beliau yatim, karena mereka berharap imbalan dari ayah anak susuan. Mereka berkata, "Anak yatim, apa yang bisa dilakukan ibu dan kakeknya?" Semua mendapat anak susuan kecuali Halimah. Ketika mereka sepakat kembali, Halimah berkata kepada suaminya bahwa ia tak mau pulang tanpa membawa anak susuan, dan akan mengambil anak yatim itu. Suaminya menjawab tidak salah bila ia melakukannya, semoga Allah memberkahi mereka lewat anak yatim itu. Halimah mengambilnya karena tak mendapat anak lain.

      Setelah menyusuinya, Halimah mendapati air susunya cukup bagi beliau dan saudaranya, dan keduanya tertidur. Unta tua mereka ternyata penuh air susu, sehingga mereka memerah dan minum sampai puas. Paginya, teman-teman Halimah berkata bahwa ia telah mendapat anak yang penuh berkah. Dalam perjalanan pulang, keledai Halimah melaju begitu cepat sampai tak satu pun keledai lain mampu menyusul. Wanita-wanita itu heran dan bertanya apakah itu keledai yang sama dari negeri mereka.

      Sampai di negeri Bani Sa'd, yang menurut Halimah adalah bumi Allah yang paling tandus, kambingnya pulang kenyang dengan susu melimpah, sedangkan kambing orang lain tidak mengeluarkan susu. Kaumnya pun berkata kepada para penggembala agar menggembalakan kambing di tempat penggembalaan kambing putri Abu Dzu'aib. Nikmat itu berlangsung dua tahun.

    3. Di Bani Sa'd

      Pembelahan dada

      Sebulan setelah beliau kembali ke Bani Sa'd, saat menggembala bersama saudara sesusuannya, dua orang berpakaian putih membelah dadanya dan mencuci hatinya. Dalam sabda beliau sendiri, beliau ditimbang dengan sepuluh, seratus, seribu orang umatnya, dan selalu lebih berat.

      1. 10 orangumatnya · lebih berat
      2. 100 orangumatnya · lebih berat
      3. 1.000 orangumatnya · lebih berat
      4. Seluruh umat"pastilah ia lebih berat"
      Baca selengkapnya

      Di tempat Halimah, setelah Halimah menyapih beliau pada usia dua tahun, beliau tumbuh kokoh dan kuat. Halimah membawa beliau kembali kepada Aminah, tetapi karena menyukai keberkahan yang ada padanya, ia meminta agar beliau tinggal bersamanya sampai lebih kuat, karena khawatir beliau terkena wabah penyakit Makkah. Mereka tinggal di Makkah sampai Aminah menyerahkan beliau kembali kepada mereka, lalu pulang bersama beliau.

      Sebulan setelah kedatangan mereka, saat beliau menggembala kambing di belakang rumah bersama saudara sesusuannya, saudaranya datang berlari dan berkata kepada Halimah dan ayahnya: "Saudaraku dari Quraisy diambil dua orang berpakaian serba putih. Keduanya membaringkannya, membelah perutnya, dan mengaduk-aduk isinya." Halimah dan suaminya segera mencari. Mereka mendapati beliau berdiri dengan wajah pucat. Mereka memeluknya dan bertanya apa yang terjadi. Beliau menjawab bahwa dua orang berpakaian putih membaringkannya, membelah perutnya, dan mencari sesuatu yang tidak ia ketahui. Mereka lalu pulang.

      Dalam sabda beliau sendiri, yang disampaikan Ibnu Ishaq lewat Tsaur bin Yazid dari beberapa orang berilmu (kemungkinan dari Khalid bin Ma'dan al-Kala'i), beliau berkata: "Aku adalah berkat doa ayahku Ibrahim dan berita gembira saudaraku 'Isa bin Maryam. Ketika ibuku mengandungku, ia melihat cahaya keluar dari perutnya, yang dengannya ia melihat istana-istana di kawasan Syam. Aku disusui di Bani Sa'd bin Bakr. Ketika aku bersama saudaraku di belakang rumah menggembalakan kambing, datang dua orang berpakaian serba putih membawa cawan emas penuh es. Mereka membelah perutku, mengeluarkan hatiku, membelahnya, mengeluarkan gumpalan hitam, dan membuangnya. Lalu mereka mencuci hati dan perutku dengan es yang bersih. Salah seorang berkata kepada kawannya, 'Timbanglah dia dengan sepuluh orang dari umatnya,' dan aku lebih berat. 'Dengan seratus orang,' dan aku lebih berat. 'Dengan seribu orang,' dan aku lebih berat. Ia berkata, 'Biarkan dia. Demi Allah, seandainya engkau menimbangnya dengan seluruh umatnya, pastilah ia lebih berat.'" Catatan kaki penerjemah menyebut permulaan hadits ini diriwayatkan al-Hakim dengan sanad shahih, dan memiliki syawahid dari Abu Dzar.

      Ibnu Ishaq menyampaikan pula bahwa beliau bersabda: "Tidak ada seorang nabi pun yang tidak pernah menggembala kambing," dan ketika ditanya apakah beliau juga, beliau menjawab, "Benar, termasuk diriku." (Catatan kaki penerjemah merujuk ke riwayat al-Bukhari.) Beliau juga disebut bersabda kepada para sahabat: "Aku adalah orang yang paling fasih di antara kalian. Aku orang Quraisy dan aku disusui di Bani Sa'd bin Bakr." Catatan kaki penerjemah menilai riwayat terakhir ini sangat lemah.

    4. Kembali ke Makkah

      Halimah mengembalikan beliau kepada Aminah

      Setelah kejadian itu, suami Halimah khawatir anak itu sakit, dan Halimah mengembalikannya kepada Aminah. Aminah menenangkannya dan menceritakan cahaya yang ia lihat saat mengandung. Ibnu Ishaq menyebut dua kisah lain yang menyertai.

      Teater Romawi kuno di Bosra (Bushra), Suriah, dilihat dari atas
      Teater Romawi kuno di Bosra (Bushra), Suriah, keadaan sekarang (foto 2009).Foto: Dosseman · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons
      Baca selengkapnya

      Suami Halimah berkata, "Wahai Halimah, aku khawatir anak ini sakit. Antarkan dia kembali kepada keluarganya sebelum sakitnya tampak dan semakin parah." Halimah membawa beliau kembali kepada Aminah. Aminah heran dan bertanya mengapa Halimah mengembalikannya padahal sebelumnya ia sendiri yang meminta beliau tinggal. Halimah menjawab bahwa Allah telah membesarkan anak itu dan ia telah menyelesaikan tugasnya, dan ia khawatir karena banyak kejadian aneh. Aminah mendesaknya bercerita jujur.

      Aminah bertanya apakah Halimah takut setan mengganggu anaknya. Halimah menjawab ya. Aminah berkata, "Demi Allah, sekali-kali tidak. Setan tidak mungkin memiliki kemampuan merasukinya. Anakku akan memegang perkara besar di belakang hari." Ia menceritakan bahwa saat mengandung ia melihat cahaya keluar darinya, yang dengannya ia melihat istana-istana Bushra di Syam, bahwa ia belum pernah melihat kandungan yang lebih ringan, dan bahwa ketika melahirkan, bayi itu meletakkan kedua tangannya di bumi dengan kepala menghadap langit. "Biarkan dia, dan pulanglah dengan tenang."

      Hilang di Makkah (menurut banyak orang)

      Ibnu Ishaq menyebut, dan Allah lebih tahu, bahwa ketika Halimah membawa beliau ke Makkah untuk dikembalikan, beliau lenyap di tengah orang banyak di Makkah atas. Halimah menemui 'Abdul Muththalib, yang lalu berdoa di sisi Ka'bah. Ada yang mengatakan Waraqah bin Naufal dan seorang Quraisy menemukan beliau dan membawanya kepada 'Abdul Muththalib. 'Abdul Muththalib memanggulnya sambil thawaf, memintakan perlindungan, lalu mengembalikannya kepada Aminah.

      Orang Kristen dari Habasyah

      Sebagian ahli berkata kepada Ibnu Ishaq bahwa sebab lain Halimah mengembalikan beliau adalah beberapa orang Kristen dari Habasyah melihatnya bersama Halimah setelah disapih. Mereka menatapnya dengan cermat dan menanyakan tentangnya, dan berkata hendak membawanya kepada raja mereka karena kelak ia akan menjadi orang terhormat. Menurut yang menuturkannya, Halimah nyaris tidak lolos dari mereka.

    Bab ini bersumber dari Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, yang banyak mengutip Ibnu Ishaq. Ejaan nama mengikuti edisi terjemahan yang kami pakai. Rujukan halaman akan dimuat di lampiran. Kisah wafatnya Aminah dan 'Abdul Muththalib dibahas di bab berikutnya. Padanan Masehi dalam tanda kurung bukan dari Ibnu Hisyam, melainkan dari buku-buku pembanding.