Isi bab ini
Bab ini memuat utusan Tsaqif dan keislaman mereka pada bulan Ramadhan menurut Ibnu Hisyam: 'Urwah bin Mas'ud, 'Utsman bin Abu al-'Ash, kisah Bilal pada puasa mereka, pesan kepada imam shalat, penghancuran berhala al-Lata, dan surat tentang Lembah Wajj.
'Urwah bin Mas'ud
Pada bulan Ramadhan sepulang beliau dari Tabuk, 'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi datang sebagai utusan Tsaqif dan masuk Islam. Beliau bersabda bahwa kaumnya akan membunuhnya, dan sepulangnya ia memang terbunuh karena mengajak mereka masuk Islam.
Tsaqif masuk Islam
Kematian 'Urwah membuat Tsaqif takut diperangi orang-orang Arab di sekitar mereka yang sudah berbai'at dan masuk Islam. Beliau membuat surat perjanjian untuk mereka dan mengangkat 'Utsman bin Abu al-'Ash, orang termuda di antara mereka, sebagai pemimpin.
Puasa dan pesan imam
Utusan Tsaqif berpuasa di sisa Ramadhan bersama beliau; Bilal bin Rabah membawa makanan sahur dan berbuka dari beliau. Pesan terakhir beliau kepada 'Utsman: jangan mengimami shalat terlalu lama karena di antara makmum ada orang lanjut usia, anak kecil, orang lemah, dan orang yang punya keperluan.
Al-Lata dan Lembah Wajj
Abu Sufyan bin Harb dan al-Mughirah bin Syu'bah dikirim menghancurkan berhala al-Lata, lalu membayar hutang 'Urwah bin Mas'ud dan al-Aswad dari kekayaan berhala itu. Surat beliau melarang menebang pohon Idhah dan memburu hewan di Lembah Wajj.
Madinah dan Thaif
Titik Madinah dan Thaif diambil dari Wikipedia.
Dari 'Urwah sampai al-Lata dihancurkan
Tiap bagian diawali ringkasan singkat, dan teks lengkapnya bisa dibuka.
Urutan peristiwa utusan Tsaqif
Bab ini bukan pertempuran, sehingga tidak ada jumlah pasukan atau spesialisasi pasukan yang dapat dicatat. Sketsa menata urutan peristiwa menurut Ibnu Ishaq. Kami menggambarnya sendiri.
- 'Urwah bin Mas'ud masuk Islam dan kembali kepada kaumnya; sesuai sabda beliau, ia dibunuh karena mengajak mereka masuk Islam.
- Tsaqif takut diperangi orang-orang Arab di sekitarnya, masuk Islam, dan beliau membuat surat perjanjian serta mengangkat 'Utsman bin Abu al-'Ash.
- Utusan Tsaqif berpuasa bersama beliau di sisa Ramadhan; Bilal bin Rabah membawa makanan sahur dan berbuka.
- Beliau berpesan kepada 'Utsman agar tidak memanjangkan shalat karena kondisi para makmum.
- Abu Sufyan dan al-Mughirah dikirim menghancurkan al-Lata; dari kekayaan berhala itu dibayarkan hutang 'Urwah dan al-Aswad.
Soal peta. Ibnu Ishaq menyebut Madinah, Thaif atau Tsaqif, dan Lembah Wajj, tanpa arah mata angin atau jarak di antaranya, sehingga sketsa di atas hanya menata urutan. Titik pada peta (Madinah dan Thaif) memakai koordinat yang kami verifikasi.
Perbedaan sumber
Utusan dan perundingan. Ibnu Ishaq hanya menyebut 'Urwah sebagai utusan Tsaqif yang masuk Islam, lalu Tsaqif masuk Islam dan beliau membuat surat perjanjian; ia tidak menuturkan perundingan. Haykal menuturkan bahwa Tsaqif mengutus 'Abd Ya Layl bersama lima pemuka dari kabilah yang berbeda, al-Mughirah bin Syu'bah bertemu mereka di pinggiran Madinah, Abu Bakar yang menyampaikan kabar itu kepada beliau, mereka meminta kemah khusus di masjid, dan Khalid bin Sa'id menjadi perantara. Mereka meminta dibebaskan dari shalat dan agar al-Lata tidak dihancurkan selama tiga tahun, lalu dua tahun, satu tahun, dan satu bulan, tetapi semuanya ditolak; yang diterima hanya pembebasan dari menghancurkan berhala dengan tangan mereka sendiri. Semua ini tidak ada di bagian Ibnu Hisyam yang kami pakai. 'Urwah. Haykal menulis 'Urwah berada di Yaman ketika Thaif dikepung, bergegas ke Madinah setelah Tabuk, menjawab bahwa kaumnya mencintainya lebih dari mata mereka sendiri, lalu mengumandangkan azan dari atas rumahnya dan dipanah kaumnya; sebelum wafat ia berkata bahwa itu kehormatan syahid dan meminta dimakamkan bersama para syuhada pengepungan. Ibnu Ishaq hanya menulis ia terbunuh karena mengajak kaumnya masuk Islam. 'Utsman bin Abu al-'Ash. Kedua sumber menyebut ia termuda dan diangkat sebagai pemimpin karena semangatnya mendalami Al-Qur'an, dan Abu Bakar membenarkannya; pesan 'jangan memanjangkan shalat' ada pada keduanya. Ramadhan. Kedua sumber menyebut mereka berpuasa bersama beliau di sisa Ramadhan; kisah Bilal membawa makanan sahur dan berbuka hanya ada pada Ibnu Ishaq. Al-Lata. Ibnu Ishaq menulis Abu Sufyan dan al-Mughirah dikirim menghancurkan berhala itu; Haykal menulis keduanya pulang bersama utusan, al-Mughirah yang mulai merobohkannya sementara wanita Tsaqif menangis, tanpa ada yang menghalangi karena semua sudah menyetujui perjanjian. Kedua sumber menyebut pembayaran hutang 'Urwah dan al-Aswad. Surat tentang Lembah Wajj. Hanya dalam Ibnu Ishaq. Khan tidak kami temukan membahas utusan Tsaqif di bagian yang kami baca.
- 'Urwah bin Mas'ud
Masuk Islam, dibunuh kaumnya, dan 'Utsman bin Abu al-'Ash diangkat
Sesampai beliau di Madinah dari Tabuk pada bulan Ramadhan, beliau didatangi utusan Tsaqif, 'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi, yang masuk Islam dan meminta izin kembali kepada kaumnya. Beliau bersabda bahwa mereka akan membunuhnya, dan sepulangnya ia memang terbunuh karena mengajak kaumnya masuk Islam. Kematiannya membuat Tsaqif takut diperangi orang-orang Arab di sekitar mereka yang sudah berbai'at dan masuk Islam, sehingga tidak ada pilihan lain selain Islam. Ketika Tsaqif masuk Islam dan beliau membuat surat perjanjian, beliau mengangkat 'Utsman bin Abu al-'Ash, orang termuda dan paling bersemangat mendalami agama dan Al-Qur'an, sebagai pemimpin mereka; Abu Bakar menyampaikan hal yang sama.
Baca selengkapnya
Sesampainya beliau di Madinah dari Tabuk pada bulan Ramadhan beliau didatangi utusan Tsaqif. Ia adalah 'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi. Kemudian 'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi memeluk Islam dan meminta izin kepada beliau untuk kembali kepada kaumnya. Beliau bersabda kepada 'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi seperti dikatakan kaumnya: "Sesungguhnya mereka akan membunuhmu." Dan memang benar bahwa sepulangnya dari kaumnya ia tewas terbunuh karena mengajak kaumnya masuk Islam. Kematian 'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi membuat orang-orang Tsaqif ketakutan bilamana nantinya orang-orang Arab yang ada di sekitar mereka yang telah berbai'at dan telah memeluk Islam akan memerangi mereka sehingga tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali masuk islam. Tatkala orang-orang Tsaqif memeluk Islam dan Rasulullah membuat surat perjanjian untuk mereka, beliau mengangkat 'Utsman bin Abu al-'Ash sebagai pemimpin mereka. 'Utsman bin Abu al-'Ash adalah orang termuda diantara mereka, orang yang paling bersemangat untuk mendalami agama, dan mempelajari al-Qur'an. Abu Bakar berkata: "Wahai Rasulullah, aku lihat anak muda ini adalah orang Tsaqif yang paling bersemangat untuk mendalami agama dan mempelajari al-Qur'an."12
- Puasa di sisa Ramadhan
Bilal membawa makanan sahur dan berbuka
Seorang utusan Tsaqif menuturkan bahwa mereka berpuasa bersama beliau di sisa bulan Ramadhan. Bilal bin Rabah membawa makanan sahur dan berbuka dari beliau. Ketika mereka mengira fajar telah terbit, Bilal menjawab bahwa ia meninggalkan beliau yang sedang sahur karena beliau menunda sahur; ketika mereka belum melihat matahari terbenam seluruhnya, Bilal menjawab bahwa ia baru datang setelah beliau makan.
Baca selengkapnya
Tatkala kami telah memeluk Islam dan berpuasa bersama Rasulullah di sisa bulan Ramadhan, Bilal bin Rabah datang membawa makanan untuk berbuka puasa dan sahur untuk kami dari Rasulullah. Kami berkata: "Kami melihat fajar telah terbit" Bilal bin Rabah berkata: "Aku meninggalkan Rasulullah yang sekarang sedang sahur, karena beliau menunda sahur." Pada saat berbuka puasa, Bilal bin Rabah datang lagi kepada kami dengan membawa makanan buka. Kami berkata: "Kami belum melihat matahari telah terbenam seluruhnya." Bilal bin Rabah berkata: "Aku tidak datang kepada kalian hingga Rasulullah makan kemudian meletakkan tangannya di mangkuk dan mengambil sedikit makanan daripadanya."3
- Pesan kepada imam shalat
Jangan terlalu lama
'Utsman bin Abu al-'Ash menuturkan bahwa saat beliau menyuruhnya kembali ke Tsaqif, pesan terakhir beliau adalah agar ia tidak mengimami shalat terlalu lama dan memperhatikan kondisi para makmum, karena di antara mereka ada orang lanjut usia, anak kecil, orang lemah, dan orang yang punya keperluan.
Baca selengkapnya
Said bin Abu Hindun berkata kepada kami dari Mutharrif bin 'Abdullah bin AsySyikhkhir dari 'Utsman bin Abu al-'Ash yang berkata: "Tatkala Rasulullah menyuruhku kembali ke Tsaqif, sesuatu yang paling akhir yang beliau pesankan padaku ialah: "Wahai 'Utsman, jangan mengimami shalat terlalu lama dan perhatikanlah kondisi mereka karena di antara para makmum ada orang yang lanjut usia, anak kecil, orang lemah, dan orang yang memiliki keperluan."16
- Berhala al-Lata dihancurkan
Abu Sufyan dan al-Mughirah
Setelah orang-orang Thaif masuk Islam, beliau mengirim Abu Sufyan bin Harb dan al-Mughirah bin Syu'bah untuk menghancurkan berhala al-Lata. Setelah al-Mughirah mengumpulkan kekayaan berhala itu, ia menyampaikan kepada Abu Sufyan bahwa beliau memerintahkannya membayar hutang 'Urwah bin Mas'ud dan al-Aswad, dan Abu Sufyan membayarnya.
Baca selengkapnya
Penghancuran Berhala al-Lata
Tatkala orang-orang Thaif memeluk Islam dan Rasulullah mengirim Abu Sufyan bin Harb dan al-Mughirah bin Syu'bah untuk membumihancurkan berhala al-Lata. Tatkala al-Mughirah bin Syu'bah telah mengumpulkan kekayaan berhala al-Lata, ia berkata kepada Abu Sufyan bin Harb: "Sesungguhnya beliau memerintahkan kepadamu untuk membayarkan hutang 'Urwah bin Mas'ud dan al-Aswad." Maka Abu Sufyan bin Harb membayar hutang mereka.1
- Surat untuk penduduk Tsaqif
Pohon Idhah di Lembah Wajj
Dalam surat beliau untuk penduduk Thaif, pohon Idhah di Lembah Wajj tidak boleh ditebang dan hewannya tidak boleh diburu. Siapa yang melanggar dicambuk dan pakaiannya dilucuti; bila melampaui itu, ia dibawa kepada beliau. Surat ditulis Khalid bin Sa'id atas perintah beliau.
Baca selengkapnya
Surat Rasulullah kepada Penduduk Tsaqif
Surat Rasulullah untuk penduduk Thaif ialah sebagai berikut: Bismillahirrahmanirrahim, dari Muhammad; Nabi dan utusan Allah kepada kaum Mukminin, sesungguhnya pohon Idhah Lembah Wajj tidak boleh ditebang dan hewannya tidak boleh diburu. Barangsiapa yang kedapatan melakukan salah satu dari hal tersebut, ia dicambuk dan pakaiannya dilucuti. Jika ia bertindak melampaui itu, ia diambil kemudian dibawa kepada Nabi Muhammad. Ini perintah Nabi Muhammad Rasulullah.1
Khalid bin Sa'id atas menuliskan ini atas perintah Rasulullah Muhammad bin 'Abdullah. Maka jangan sampai ada orang menentang surat tersebut, karena apabila ia menentangnya, berarti telah menzalimi dirinya sendiri terhadap apa yang telah diperintahkan Rasulullah atasnya.7
Catatan
- Ibnu Ishaq.
- Nomor catatan kaki "204" yang tercetak di dalam teks (beserta kata "ibid" bila ada) tidak kami muat. ejaan: tercetak "memrangi", kami membaca "memerangi"; tercetak "bilaman nantinya", kami membaca "bilamana nantinya".
- Ibnu Ishaq. Sanad: Isa bin 'Abdullah bercerita kepadaku dari Athiyah bin Sufyan bin Rabi'ah ats-Tsaqafi dari salah seorang utusan Tsaqif.
- Tambahan Ibnu Hisyam.
- Ejaan: tercetak "kepad&ku", kami membaca "kepadaku".
- Nomor catatan kaki "205" yang tercetak di dalam teks (beserta kata "ibid" bila ada) tidak kami muat.
- Ejaan: tercetak "Bismiiiahirrahmanirrahim", kami membaca "Bismillahirrahmanirrahim".
Bab ini bersumber dari Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, yang banyak mengutip Ibnu Ishaq. Ejaan nama mengikuti edisi terjemahan yang kami pakai. Rujukan halaman akan dimuat di lampiran. Bab berikutnya membahas Abu Bakar yang memimpin haji dan surat Bara'ah.